Pembelajaran Dengan Metode Think Pair Share (TPS) Menyenangkan

Pembelajaran Dengan Metode Think Pair Share (TPS) Menyenangkan

Oleh : Nuryati, S.Pd.I*)

                                                               

KEGIATAN pendidikan formal di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang   diharapkan sangat bergantung pada cara guru melakukan kegiatan pembelajaran. Guru senantiasa menerapkan model-model mengajar pikiran seorang anak seperti kertas kosong yang putih bersih dan siap menunggu coretan-coretan gurunya (Anita Lie, 2008:2).

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru (Komalasari, 2011: 57). Model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Model pembelajaran didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar (Suprijono, 2011: 46). Soekamto, dkk., (dalam Trianto, 2010: 22) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran.

Think Pair Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas.(Arend dalam Komalasari,2011: 64) Sejalan dengan itu, menurut Trianto (2010: 81) mengemukakan bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) atau berpikir-berpasangan-berbagi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa dengan TPS siswa diberi kesempatan untuk berpikir sendiri terlebih dahulu kemudian berdiskusi dengan temannya yang diperkuat lagi dengan teori dari Ibrahim (2011) yang mengemukakan bahwa model pembelajaran Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana yang memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Hartina, 2008 mengemukakan bahwaThink Pair Share (TPS) merupakan suatu model pembelajaran kooperatif sederhana yang memiliki prosedur secara eksplisit sehingga model pembelajaran TPS dapat disosialisasikan dan digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran di sekolah.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Hartina (2008) adalah siswa akan terlatih menerapkan konsep karena bertukar pendapat dan pemikiran dengan temannya untuk mendapatkan kesepakatan dalam memecahkan masalah. Siswa juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dengan seluruh siswa sehingga ide yang ada menyebar, jadi seluruh siswa mendapatkan informasi yang beragam dari kegiatan yang telah dilakukan. Sedangkan kekurangan dari Think Pair Share (TPS) ialah pada saat peralihan dari seluruh kelas kekelompok kecil dapat menyita waktu pembelajaran yang berharga. Untuk itu guru harus dapat membuat perencanaan yang seksama sehingga dapat meminimalkan jumlah waktu yang terbuang.

Langkah-langkahnya yaitu: 1. Think, guru membimbing siswa saat mencari masukan jawaban atau pendapat yang bersumber dari buku yang relevan secara individu atas pertanyaan.2. Pair, mengembangkan aktivitas berpikir siswa dalam berdiskusi, dan mengupayakan siswa aktif dalam diskusi (kelompok terbentuk). 3. Share, membimbing aktivitas penyajian hasil diskusi.

Dengan demikian yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah suatu model yang dapat memberi siswa lebih banyak kesempatan untuk berpikir dan berpendapat secara individu untuk merespon pendapat yang lain kemudian saling membantu dalam kelompoknya kemudian membagi pengetahuan kepada siswa lain.

*)Penulis adalah guru kelas MI Ma'arif NU 1 Baleraksa, Karangmoncol, Purbalingga.

editor & publisher : sri lestari

Bagikan :
Translate ยป