Mengatasi Kemandirian Anak

Mengatasi Kemandirian Anak

                                             Oleh.Dwi Yatmi Nur Aidah,S.Pd.AUD)*

          Di dalam kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak, sorang guru harus sabar,pemaaf dan harus berkorban demi anak didiknya.agar dapat di bimbing,bina ,dan di latih.Karena anak didik di taman kanak-kanak adalah belajar dari nol.dia tahu buku namun kalau di tanya gunanya buku mereka diam,kalau di tanya gunanya pensil juga diam karena mereka belum tahu,.ini adalah tantangan yang paling saya sukai.

          Guru adalah  model bagi anak di dalam kelas,guru itu  digugu dan di tiru oleh anak didiknya.maka sebagai guru kita harus rapi penampilan,bahasa,tingkah laku dan harus memberi contoh yang baik.wajah ceria harus terpancar dari raut mukanya.Namun tanggung jawab seorang pendidik mudah kalau kita jalani dengan senang hati dan ikhlas.

          Di taman kanak-kanak adalah tempatnya untuk bermain dan belajar,dan melatihan anak didik mulai mengenal pembiasaan. Dengan Pelajaran agama dan sosial,karena di taman kanak-kanak ada 6 aspek pengembangan yaitu agama, sosiaemosional, bangsa, kognitif, motorik (kasar dan halus) dan seni,ke 6 aspek pengembangan itu harus tercangkup semua setiap hari.sehingga guru itu harus dapat menguasi kelas dan dapat menguasai anak didik saat kegiatan pembelajaran.

           Usia emas adalah usia antara 5- 6 tahun, usia belajar di taman kanak-kanak jadi harus di pupuk dengan kuat agar setelah dewasa semakin kokoh saat menjulang tinggi.maka saya sebagai pendidik di tingkat paling dasar di BA Aisyiyah Tlagayasa,Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga,guru harus menerapkan pembiasaan agar peserta didik mampu melakukan baik di sekolahan dan di rumah.

           Saat anak didik datang sudah di sambut oleh guru dengan senyum ,jabat tangan dan di sapa,itu adalah awal di pagi hari,agar anak didik merasa di perhatikan guru: 1.Sebelum masuk baris. 2.Berdoa. 3.Dawwamul Quran dan asmaul husna. 4. Kegiatan Inti  dengan memberikan atauran main yang harus di jalankan oleh peserta didik. 5.Rikoling merupakan diskusi sederhnansebagai langkah untuk mengulas kegiatan dari awal hingga akhir pembelajaran. 6.Kesan dan pesan yang di lakukan guru buat anak didik saat akan pulang.

            Sebelum kegiatan pembelajran di awali dengan bermain tepuk dulu ”Tepuk anak mandiri,”bangun tidur sholat subuh terus mandi bar-bur,  kulakukan semuanya dengan senang hati,o..ha.., pakai baju sendiri, sepatu sendiri , sekolah tak di tunggi karena aku anak mandiri, pulang sekolah lansung kerumah, ucap salam , cium tangan ibu bapak, makan tak di suapi, bobo siang sendiri, karena aku anak mandiri”.

         Alhamdulillah kalau bu guru sudah’ tepuk anak mandiri ‘anak yang masih di teman ibu, ibunya lansung di suruh keluar,bulan pun berganti tepuk anak mandiri sering di lakukan, kini anak didik BA Asiyiyah Tlagayasa semua  Sudah mandiri.

         Kemandirian anak didik sejak usia dini adalah awal penerapan yang baik agar tumbuh rasa disiplin,tanggung jawab dan jujur. Pada masa ini sangat fundamental dan menetukan proses pendidikan selanjutnya serta memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.

         Menurut Bacharuddin Mustafa(2008:75)menjelaskan bahwa tumbuhnya kemandirian anak bersamaan dengan munculnya rasa takut atau kekeawatiran dalam berbagai bentuk dan intensitasnya berbeda-beda.Rasa takut dalam kapasitas yang wajar berfungsi sebagai emosi perlindungan bagi anak yang memugkinkan mengetahui kapan waktunya meminta perlindungan kepada orang tua atau orang dewasa. Maka untuk mengatasi rasa takut oragng tua/ guru perlu mengadakan atau melakukan . 1.Sosialisasi.Dalam hal ini sangat penting dengan cara sering mengajak bermain, berjalan-jalan keliling kampung sembari membiasakan anak-anak bermain dan bercengkerama dengan orang lain atau teman-teman sebayanya.Hal ini bisa menumbuhkan rasa keberanian dan bisa membangkitkan rasa kepedulian anak kepada orang lain..2.Berikan perhatian yang cukup. 3.Berilah contoh teladan yang baik bagi anak didiknya,

)*Penulis:Dwi Yatmi Nur Aidah,S.Pd.AUD

Guru BA Aisyiyah Tlagayasa,Kecamatan Bobotsari,Kabupaten Purbalingga.

editor & publisher : sri lestari

Bagikan :
Translate »