Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga terus menghadirkan terobosan konkret dalam mewujudkan service excellent melalui strategi yang menitikberatkan pada transfer pengetahuan (knowledge transfer) dan praktik langsung di lapangan. Pendekatan ini menjadi langkah progresif untuk memastikan bahwa budaya pelayanan prima tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi benar-benar dihidupi dan diterapkan secara menyeluruh hingga ke unit kerja dan satuan kerja.

Pasca pelaksanaan pelatihan service excellent, Kankemenag Purbalingga langsung mengakselerasi implementasi melalui skema praktik terstruktur. Para peserta pelatihan dijadwalkan secara bergiliran untuk menjalankan peran sebagai petugas front office di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Melalui mekanisme ini, peserta tidak hanya mengasah keterampilan teknis pelayanan, tetapi juga membangun sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat serta ketepatan dalam memberikan solusi layanan.
Strategi ini menjadi terobosan penting karena mengintegrasikan pembelajaran dengan pengalaman nyata. Proses praktik langsung mampu mempercepat internalisasi nilai-nilai pelayanan prima, sekaligus membentuk pola kerja yang responsif, humanis, dan profesional.
Tidak berhenti di situ, Kankemenag Purbalingga juga mengembangkan pola transfer pengetahuan berbasis kolaborasi. Petugas front office PTSP yang telah berpengalaman ditugaskan secara bergantian untuk melakukan praktik lapangan sekaligus sharing knowledge di Kantor Urusan Agama (KUA). Program ini selanjutnya akan diperluas ke madrasah, sehingga standar pelayanan unggul dapat tersebar secara merata dan berkesinambungan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara terjadwal mulai tanggal 5 hingga 19 Mei 2026, sebagai bagian dari desain pembelajaran organisasi yang sistematis. Pola rotasi ini menciptakan siklus pembelajaran aktif, di mana setiap individu berperan sebagai pelaku sekaligus agen perubahan dalam peningkatan kualitas layanan.

Baca Juga: Briefing PTSP, Kasi Penmad Beri Semangat FO Jelang Sharing Excellent Service di KUA
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa berbagai capaian yang telah diraih sebelumnya menjadi pijakan untuk terus berinovasi. Penghargaan pelayanan prima dan predikat WBK bukanlah tujuan akhir, melainkan tahapan penting dalam perjalanan menuju kualitas layanan yang lebih tinggi, dengan target meraih predikat WBBM pada tahun 2027.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha, Sudiono, menekankan bahwa kekuatan utama dari strategi ini terletak pada konsistensi praktik dan budaya berbagi pengetahuan.
“Dengan praktik langsung dan *sharing knowledge*, pelayanan prima tidak hanya menjadi standar, tetapi berkembang menjadi *service excellent* yang melekat dalam budaya kerja,” ungkapnya.
Melalui terobosan berbasis transfer pengetahuan dan praktik langsung ini, Kankemenag Kabupaten Purbalingga menunjukkan bahwa transformasi pelayanan tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata. Diperlukan langkah nyata, kolaboratif, dan berkelanjutan agar pelayanan publik benar-benar mencapai tingkat yang unggul, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
