
Purbalingga (Humas) – Harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik terus ditumbuhkan melalui pembinaan keagamaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purbalingga. Dalam kegiatan pengajian dan doa bersama yang berlangsung di lingkungan rutan, Jumat (25/9/2026), warga binaan diajak memahami keutamaan doa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus penguat dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan tersebut diisi oleh Kepala KUA Rembang yang juga Penyuluh Agama Islam, Joko Waluyo. Dalam kajiannya, ia menyampaikan bahwa doa bukan sekadar permohonan, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Joko mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa doa adalah ibadah, sebagai bentuk ketaatan langsung kepada perintah Allah SWT.
“Setiap manusia memiliki kewajiban untuk berusaha semaksimal mungkin, kemudian mengiringinya dengan doa dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT melalui sikap tawakal. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim,” ujarnya di hadapan warga binaan.
Menurutnya, doa menjadi sumber kekuatan spiritual yang mampu menumbuhkan optimisme, ketenangan hati, dan keyakinan untuk terus memperbaiki diri. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga memiliki semangat baru untuk menjalani proses pembinaan dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
