Purbalingga (Humas) – Melanjutkan keberhasilan inovasi berdampak berkelanjutan URAB Mendoan dari periode pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menyiapkan pengembangan program URAB Mendoan V.2 (dua) sebagai bagian dari ikhtiar menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Salah satu agenda yang disiapkan adalah Gelar Dampak dan Panen Raya di MIM Sumampir, yang menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) madrasah bertani. Persiapannya dibahas dalam rapat di Aula Galaksi Kankemenag Purbalingga, Kamis (15/10/2026).

Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, dalam arahannya meminta agar seluruh persiapan dilakukan secara matang sehingga kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, URAB Mendoan V.2 harus menjadi gerakan pemberdayaan yang menjangkau guru madrasah, guru ngaji, masyarakat umum, hingga generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai sektor pertanian.
Lebih lanjut Ketua Tim Urab Mendoan V.2 Siti Honiah Mujiati menyampaikan, program ini diarahkan untuk menumbuhkan minat bertani di kalangan anak muda, mengoptimalkan potensi lahan produktif, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
Lebih dari itu, pemberdayaan melalui pertanian diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi penerima manfaat dan menjadi salah satu kontribusi nyata Kemenag Purbalingga dalam mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
Baca Juga: FGD Urab Mendoan V.2 (Dua), Kemenag Purbalingga Dorong Potensi Lokal Jadi Sumber Kesejahteraan
