Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mengoptimalkan keberlanjutan inovasi Urab Mendoan V.2 melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Program Urab Mendoan V.2 di MIM Sumampir untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Efektif, Hasil yang Terukur, dan Keberlanjutan Program” di Aula Galaksi, Selasa (13/10/2026). Ketua Tim Urab Mendoan, Siti Honiah Mujiati, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan pentingnya menyusun rencana tindak lanjut yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa meskipun Urab Mendoan telah diinisiasi sejak 2023, inovasi ini harus terus berkembang dengan dampak yang terukur, terlebih dalam perjalanan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Kita perlu menyamakan persepsi agar setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, proses pelaksanaan, hingga panen atau hasil, memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam pemaparan materi, Tim Pelaksana Urab Mendoan, Naelul Fauzi, menjelaskan bahwa program menyasar masyarakat pada kelompok desil 1–5 yang dikelompokkan berdasarkan sasaran pemberdayaan, meliputi guru ngaji, guru madrasah, anak muda, dan masyarakat umum. Mereka didorong melalui pemberian stimulan untuk mengembangkan potensi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun komoditas unggulan sesuai karakteristik daerah masing-masing.
MIM Sumampir atau MIM ZUMA menjadi salah satu proyek percontohan karena memiliki peluang untuk melanjutkan manfaat program bagi penerima sebelumnya. Melalui konsep madrasah bertani, anak-anak juga diperkenalkan pada aktivitas pertanian sejak dini agar tumbuh kecintaan terhadap sektor pertanian sekaligus memahami nilai kemandirian, kerja keras, dan pemanfaatan potensi lingkungan.
