Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui inovasi Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan). Melalui Urab Mendoan Fest 2026 di Lahan Urab Mendoan MIM Sumampir, Selasa (20/10/2026), Kemenag menegaskan komitmen agar kelompok binaan tidak hanya terbentuk, tetapi aktif berproduksi dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pelaksana Urab Mendoan, Siti Honiah Mujiati, menekankan pentingnya pendampingan setelah kelompok dibentuk. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kelompok yang terbentuk, tetapi juga dari keberlangsungan aktivitas dan produktivitasnya.
“Bukan hanya membentuk kelompok, tetapi bagaimana memastikan kelompok itu aktif dan terus berjalan,” menjadi penekanan dalam pengembangan program Urab Mendoan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan bahwa program Urab Mendoan telah dikembangkan di 75 titik. Pendampingan tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi mencakup pelatihan dan cara mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai tambah serta berpotensi meningkatkan penghasilan masyarakat.
“Harapannya, program ini tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan umat,” menjadi semangat pengembangan Urab Mendoan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kick off Urab Mendoan V.2 dengan tema Madrasah Bertani, Panen, Berdampak, Berkelanjutan. Kegiatan juga diisi dengan expo produk pertanian, pangan, dan olahan, antara lain sayur-mayur, emping, lele marinasi, dan telur. Pameran ini memperlihatkan beragam potensi hasil usaha yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Baca Juga: Urab Mendoan Fest Siap Digelar, Kemenag Purbalingga Hadirkan Inovasi Pemberdayaan Umat Berkelanjutan
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penggerak inovasi, Urab Mendoan Fest 2026 juga memberikan Urab Mendoan Award kepada delapan penerima dari unsur madrasah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat. Mereka adalah Ono Sutresno dari MIM Sumampir, Pdt. Bagus Klatel dari Klawu Mrebet, Abdus Syukur dari TPQ Raudhatusibyan Pengadegan, Sutriono dari Madin Darul Hukmah Kutasari, Okta Wahyuningtyas dari BA Aisyiyah Kembaran Kulon, Sukardi dari Desa Maribaya, Solikhin dari Desa Kasih, dan Eliyati dari TPQ Assalam Desa Tlahab.
Bupati Purbalingga yang diwakili Staf Ahli Bupati, Bambang Triyono, mengapresiasi Urab Mendoan sebagai langkah konkret mengoptimalkan lahan produktif dan menggerakkan pemberdayaan umat. Program ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian masyarakat.
Melalui penguatan pendampingan, produktivitas, pengolahan hasil, dan kolaborasi lintas sektor, Urab Mendoan diharapkan menjadi gerakan pemberdayaan yang terus tumbuh. Keberhasilannya tidak hanya terlihat dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan kelompok menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
