Purbalingga (Humas) – Komitmen membangun birokrasi berintegritas perlu berjalan beriringan dengan inovasi yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Semangat inilah yang diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melalui Urab Mendoan Fest 2026 di Lahan Urab Mendoan MIM Sumampir, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan unsur lintas sektoral dan partisipasi murid madrasah ini menjadi momentum penguatan inovasi Urab Mendoan sekaligus memperluas kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan umat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak lintas sektoral atas dukungan yang turut mengantarkan Kankemenag Purbalingga meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2025.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kankemenag Purbalingga pun menargetkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2027.
Menurut Zahid, sinergi lintas sektor perlu terus dikembangkan agar inovasi yang dibangun tidak berhenti sebagai program, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Salah satunya melalui Urab Mendoan yang telah dikembangkan di 75 titik.
Program ini tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan pengolahan produk agar masyarakat memiliki peluang meningkatkan penghasilan serta kesejahteraan.
Baca Juga: Urab Mendoan Jadi Laboratorium Hidup, Murid Madrasah Belajar Bertani Sejak Dini
Bupati Purbalingga yang diwakili Staf Ahli Bupati, Bambang Triyono, mengapresiasi langkah Kementerian Agama dalam mengoptimalkan lahan produktif dan menggerakkan pemberdayaan umat. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi konkret dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Rangkaian Urab Mendoan Fest 2026 meliputi Urab Mendoan Award, expo produk pertanian dan olahan pangan, serta kick off Urab Mendoan V.2 dengan tema Madrasah Bertani, Panen, Berdampak, Berkelanjutan. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit cabai bersama murid MIM Sumampir dan MTs Ma’arif 03 Rembang serta panen ikan nila hasil pengembangan Urab Mendoan.
Penghargaan diberikan kepada delapan penggerak inovasi dari madrasah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap partisipasi berbagai unsur dalam mengembangkan gerakan pertanian produktif dan pemberdayaan umat.
Ketua Tim Pelaksana Urab Mendoan, Siti Honiah Mujiati, menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Pembentukan kelompok perlu diikuti upaya memastikan kelompok tetap aktif, produktif, dan mampu menjalankan kegiatan secara konsisten.
Kolaborasi juga tercermin dari keterlibatan masyarakat dan dunia pendidikan. Camat setempat, Nur Azizah Erlita, mengapresiasi Urab Mendoan sebagai sarana menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap pertanian. Sementara itu, partisipasi murid dalam penanaman cabai dan kegiatan festival memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan.
Melalui Urab Mendoan, Kankemenag Purbalingga berupaya memperkuat makna pembangunan Zona Integritas: integritas birokrasi harus disertai komitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan lintas sektoral, pendampingan yang berkesinambungan, dan keterlibatan masyarakat, inovasi ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kemenag Berdampak menuju WBBM 2027.
