Purbalingga (Humas) – Belajar tentang ketahanan pangan tidak harus berhenti di ruang kelas. Melalui inovasi Urab Mendoan, murid madrasah diajak mengenal pertanian secara langsung, mulai dari menanam bibit hingga memahami proses menghasilkan pangan. Pengalaman tersebut hadir dalam Urab Mendoan Fest 2026 di Lahan Urab Mendoan MIM Sumampir, Selasa (20/10/2026).

Salah satu kegiatan utama dalam festival ini adalah kick off Urab Mendoan V.2 bertema Madrasah Bertani, Panen, Berdampak, Berkelanjutan. Murid MIM Sumampir bersama murid MTs Ma’arif 03 Rembang mengikuti penanaman bibit cabai sebagai bagian dari edukasi pertanian dan ketahanan pangan.
Bagi para murid, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya mengenal tanaman melalui buku pelajaran, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menanam.
Salah seorang murid MIM Sumampir mengungkapkan kegembiraannya karena dapat belajar bertani dan menanam cabai secara langsung. Pengalaman ini menjadi kesempatan untuk mengenal proses budidaya tanaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketersediaan pangan.
Camat setempat, Nur Azizah Erlita, turut mengapresiasi pelaksanaan Urab Mendoan. Menurutnya, program madrasah bertani menjadi wadah yang baik untuk melatih anak-anak mencintai dunia pertanian sejak dini.
Baca Juga: Urab Mendoan Kembangkan 75 Titik Pertanian, Kemenag Purbalingga Dorong Kemandirian Ekonomi Umat
Dukungan terhadap pembelajaran berbasis praktik juga terlihat dalam kegiatan panen ikan nila hasil pengembangan Urab Mendoan. Aktivitas tersebut memperkenalkan potensi pemanfaatan lahan secara produktif dan membuka wawasan murid tentang beragam sumber pangan.
Urab Mendoan Fest 2026 turut dimeriahkan penampilan drumband dan tari Urab Mendoan oleh murid MIM Sumampir. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa inovasi pertanian dapat dipadukan dengan pendidikan, kreativitas, dan partisipasi aktif warga madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan bahwa pengembangan Urab Mendoan di 75 titik membutuhkan sinergi lintas sektor agar manfaatnya berkelanjutan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
Bupati Purbalingga yang diwakili Staf Ahli Bupati, Bambang Triyono, menilai Urab Mendoan berpotensi menjadi percontohan sekaligus laboratorium hidup bagi masyarakat dan anak-anak. Optimalisasi lahan produktif melalui kegiatan nyata diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya ketahanan pangan.
Melalui pembelajaran langsung, madrasah dapat menjadi ruang tumbuhnya generasi yang mencintai pertanian, peduli lingkungan, dan memahami arti kemandirian pangan. Dengan keterlibatan murid secara berkelanjutan, Urab Mendoan diharapkan tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga menanamkan pengetahuan dan kebiasaan baik yang bermanfaat hingga masa depan.
