Purbalingga (Humas) – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, menyaksikan langsung pelaksanaan Program Pak Nyai Bu Nyai Mantu yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Rabu (21/10/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang kokoh dan berkualitas.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, dalam laporannya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud implementasi Kemenag Berdampak. “Program ini menjadi salah satu wujud dari implementasi Kemenag Berdampak: kolaborasi yang tidak berhenti pada seremonial saja, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, memberikan nasihat pernikahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan wujud ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar menjaga keturunan. Keluarga yang kokoh menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas.
Moh. Nur Hidayat menyampaikan bahwa melalui program ini, sebanyak 62 pasangan calon pengantin (catin) resmi menikah. Menurutnya, program tersebut bukan hanya memfasilitasi pelaksanaan pernikahan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memberikan pelayanan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Dari Rumah Bisa! Ini Alur Pendaftaran Nikah melalui SIMKAH
