Edisi 13 oleh MIN 2 Purbalingga
Isu lingkungan hidup semakin menjadi perhatian dunia. Bumi yang kita pijak membutuhkan kepedulian nyata dari setiap orang. Tidak terkecuali, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai peduli lingkungan kepada generasi muda. Di MI Negeri 2 Purbalingga, kepedulian ini bukan hanya teori tetapi sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari.
Hal ini sejalan dengan visi madrasah, yaitu “Terwujudnya peserta didik yang Islami, unggul dalam prestasi dan peduli lingkungan.” Visi tersebut didukung oleh tujuh misi, salah satunya “Menyelenggarakan pendidikan yang mengarah pada karakter peserta didik yang peduli lingkungan.”
Misi inilah yang kemudian diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah, baik guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua maupun dukungan dari komite madrasah.
Aksi Nyata Peduli Lingkungan di MI Negeri 2 Purbalingga
MI Negeri 2 Purbalingga terletak di kawasan pegunungan dengan kondisi tanah yang subur, tetapi rawan longsor dan erosi ketika musim hujan tiba. Letak geografis ini justru menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan.
Berbagai program hijau dijalankan secara konsisten, antara lain:
1. Pembuatan Sumur Resapan
Sumur resapan dibuat untuk mengatasi masalah genangan air ketika musim hujan, sekaligus menjaga ketersediaan air tanah. Dengan adanya sumur resapan, air hujan dapat meresap ke dalam tanah dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
2. Pembuatan Lubang Biopori
Lubang biopori menjadi salah satu inovasi ramah lingkungan yang diterapkan.
Selain membantu penyerapan air, lubang ini juga berfungsi mengolah sampah organik yang dimasukkan ke dalamnya, sehingga tanah menjadi lebih gembur dan subur.
3. Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos
Sampah organik dari lingkungan madrasah tidak dibiarkan begitu saja. Siswa diajak mengolahnya menjadi kompos alami. Selain mengurangi sampah, kompos ini digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman di lingkungan madrasah.

4. Gerakan Wakaf Pohon
Kegiatan wakaf pohon menjadi gerakan bersama yang melibatkan orang tua siswa. Setiap orang tua membawa bibit pohon buah untuk diwakafkan kepada madrasah. Sedangkan madrasah bertanggung jawab untuk mengembangkannya.
5. Penanaman Pohon Buah di Lahan Madrasah
Lahan madrasah yang tersedia dimanfaatkan untuk menanam pohon buah. Hal ini tidak hanya membuat suasana madrasah lebih rindang, tetapi juga mendidik siswa bahwa tanaman bisa menjadi sumber pangan yang sehat.
6. Penanaman Pohon Buah pada Planter Bag
Keterbatasan lahan tidak menjadi halangan untuk menanam. Dengan planter bag, siswa bisa belajar bercocok tanam secara sederhana. Metode ini mengajarkan bahwa setiap ruang kecil bisa bermanfaat untuk penghijauan.
7. Pengolahan Lahan
Lahan kosong di sekitar madrasah diolah dengan baik agar bisa ditanami berbagai jenis tanaman. Kegiatan yang melibatkan komite madrasah ini juga mengajarkan kepada siswa arti kerja sama, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
8. Penanaman Bibit Sayuran
Siswa diajak menanam bibit sayuran seperti cabai, kangkung, atau bayam. Selain menyenangkan, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung tentang bagaimana menjaga, merawat, hingga memanen hasil tanaman. Hasil panen nantinya akan siswa jual melalui bazar madrasah, tujuannya selain menyediakan sayuran yang lebih murah dari pasaran, siswa juga belajar untuk berwirausaha.
Kegiatan-kegiatan tersebut bukan tanpa alasan, karena berada di kawasan pegunungan, program pengolahan lahan dan penanaman pohon di MI Negeri 2 Purbalingga memiliki arti lebih dalam. pohon dan lahan yang terkelola baik tidak hanya membuat lingkungan indah, tetapi juga menjaga keselamatan bumi dan manusia.
Beberapa manfaatnya antara lain:
| a. Mencegah longsor dan erosi tanah | Akar pohon menahan partikel tanah agar tidak mudah terbawa hujan. |
| b. Meningkatkan daya serap air | Pohon dan lahan subur membantu hujan meresap ke tanah, mengurangi risiko banjir bandang di daerah bawah. |
| c. Menjaga kesuburan tanah | Daun gugur dan kompos menjadi nutrisi alami tanah. |
| d. Menyediakan pangan dan ekonomi | Pohon buah dan sayuran bisa dipanen dan memberi manfaat nyata bagi warga madrasah. |
Dengan begitu, kegiatan menanam yang dilakukan siswa bukan sekadar aktivitas belajar, tetapi juga bentuk nyata kontribusi untuk menjaga lingkungan pegunungan tetap aman, subur, dan Lestari
Menyukseskan ASTA PROTAS Melalui Ekoteologi
Seluruh kegiatan peduli lingkungan tersebut juga merupakan wujud nyata dukungan MI Negeri 2 Purbalingga terhadap ASTA PROTAS Kementerian Agama Republik Indonesia. Fokus yang dikembangkan adalah penguatan ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah dan perintah Allah.
Dalam perspektif ekoteologi, menanam pohon berarti menjaga keseimbangan ciptaan-Nya, mengolah lahan berarti memakmurkan bumi sebagaimana amanah dalam Al-Qur’an, dan mengurangi sampah berarti menjaga kebersihan lahir dan batin.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar sains, tetapi juga belajar bahwa iman dan kepedulian lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, MI Negeri 2 Purbalingga berharap bisa melahirkan generasi Islami, unggul dalam prestasi, serta peduli terhadap lingkungan. Karena bumi yang kita jaga hari ini, adalah warisan terbaik untuk anak cucu di masa depan