Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Semangat Hari Lahir Pancasila Menjadi Energi Akselerasi Reformasi Birokrasi Menuju WBBM 2027

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum sakral untuk mengaktualisasikan nilai-nilai luhur dasar negara ke dalam reformasi birokrasi yang nyata. Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Kemenag Purbalingga kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Penguatan Zona Integritas (ZI) menuju WBBM mensyaratkan perubahan yang tidak hanya bersih dari korupsi, tetapi juga unggul dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan Masyarakat.

  1. Pancasila Sebagai Fondasi Moral Zona Integritas

Konsep Pembangunan Zona Integritas sangat selaras dengan lima sila Pancasila:

  1. Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjadi landasan moral dan akuntabilitas spiritual aparatur Kemenag purbalingga untuk menolak segala bentuk kecurangan dan korupsi.
  1. Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Mendorong terciptanya pelayanan publik yang humanis, sopan, tanpa diskriminasi, dan menghormati hak-hak masyarakat.
  2. Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Membangun soliditas internal dan kerja tim yang kuat di lingkungan Kemenag Purbalingga demi mencapai tujuan bersama.
  3. Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan…): Menjadi dasar transparansi, keterbukaan informasi, dan penyerapan aspirasi serta kritik dari masyarakat.
  4. Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Diwujudkan melalui pemerataan akses, pemberdayaan ekonomi, dan kepastian layanan keagamaan yang adil bagi seluruh warga Purbalingga.
  5. Tantangan WBBM dan Aktualisasi Inovasi Nyata

Melangkah dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menuntut adanya inovasi pelayanan publik yang memberi dampak nyata (impactful) dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. ASN Kemenag Purbalingga tidak lagi sekedar bekerja sesuai prosedur administratif rutin, melainkan harus melahirkan terobosan yang membumikan nilai Pancasila.

Dalam konteks inilah, Kemenag Purbalingga menghadirkan dua inovasi unggulan yang menjadi pilar utama dalam pembangunan ZI menuju WBBM:

  1. Inovasi “Urab Mendoan” (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan): Program ini merupakan wujud nyata dari Sila Kelima (Keadilan Sosial) dan Sila Ketiga (Persatuan). Melalui pemanfaatan lahan potensial untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan Kemenag Purbalingga menggerakkan kemandirian ekonomi umat. Program ini menopang ketahanan pangan dan kesejahteraan hidup masyarakat bawah melalui kolaborasi yang solid, membuktikan bahwa kehadiran negara lewat instansi keagamaan mampu memberi solusi konkret bagi urusan domestik warga.
  2. Inovasi “Paku Bumi” (Gerakan Purbalingga Sadar Wakaf Produktif): Program ini mengaktualisasikan Sila Pertama (Ketuhanan) dan Sila Kedua (Kemanusiaan). Wakaf tidak lagi dipandang sekadar untuk masjid atau makam (konsumtif), melainkan dikelola secara produktif untuk kemaslahatan yang lebih luas. Melalui gerakan kesadaran ini, aset-aset keagamaan dikonversi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan memanusiawikan masyarakat yang membutuhkan.
  3. Strategi Berkelanjutan Menuju WBBM

Untuk menyukseskan transisi dari WBK menuju WBBM, keberadaan inovasi lokal seperti Urab Mendoan dan Paku Bumi wajib diimbangi dengan strategi penguatan kelembagaan:

  1. Digitalisasi dan Transparansi: Memastikan seluruh proses administrasi inovasi berjalan transparan guna menutup celah pungutan liar dan gratifikasi.
  1. Keberlanjutan Program (Sustainability): Menjaga konsistensi pelaksanaan program di lapangan agar dampak kesejahteraannya bersifat jangka panjang, bukan sekadar komoditas penilaian tim penilai nasional.
  2. Keteladanan Pimpinan (Tone at the Top): Para pejabat Kemenag Purbalingga harus menjadi motor penggerak utama yang terjun langsung mengawal keberhasilan inovasi ini di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini harus menjadi titik balik bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Melalui nafas inovasi Urab Mendoan dan Paku Bumi, Kemenag Purbalingga membuktikan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar tumpukan berkas laporan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ruh dalam pembangunan Zona Integritas, predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) akan diraih sebagai buah manis dari pelayanan yang bersih, tulus, dan mensejahterakan seluruh masyarakat Purbalingga.

Penulis: Didik Wirawan (Kasi PAIS/ Sekretaris PZI Kankemenag Purbalingga)

Post Relate

Translate »
Skip to content