Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Implemantasi KBC, 288 Siswa Kelas V MI se-Kecamatan Kemangkon Ikuti Pembelajaran Manasik Haji di Sanggaluri Park

Purbalingga (Humas) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Kemangkon menyelenggarakan kegiatan pembelajaran manasik haji di Sanggaluri Park, Selasa (28/4/2026), yang diikuti oleh 288 peserta didik dari seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kemangkon.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik mata pelajaran Fikih, khususnya materi haji dan umrah, agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui simulasi tata cara pelaksanaan ibadah.

Pembelajaran Manasik haji MI kecamatan kemangkon
Antusias, peserta didik kelas V MI se-kecamatan Kemangkon mengikuti pembelajaran Manasik Haji, Selasa (28/4/2026) di Sanggaluri Park.

Ketua Panitia sekaligus Ketua KKG Kelas 5, Arfi Fahrudin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta didik tentang ibadah haji dan umrah.

“Agar mereka memahami betul syarat wajib, rukun, sunnah, serta larangan-larangan terkait pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Di sisi lain, peserta didik juga termotivasi untuk menunaikan ibadah umrah ataupun haji ke Baitullah,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah wilayah Kecamatan Kemangkon, Haryanti, menegaskan bahwa pembelajaran manasik haji menjadi sarana pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Menurutnya, melalui praktik langsung seperti ini, peserta didik akan lebih mudah memahami makna ibadah haji sebagai bentuk ketaatan, kedisiplinan, kesabaran, serta pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini adalah wujud profesional dan langkah kongkrit dari guru Madradah Ibtidaiyah di kecamatan Kemangkon mengimplementasikan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta ) dalam pembelajaran.

“Pembelajaran seperti ini sangat penting karena anak-anak dapat belajar sambil praktik secara langsung. Harapannya, nilai-nilai spiritual dan semangat beribadah dapat tumbuh sejak usia dini,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap rangkaian manasik dengan penuh semangat, mulai dari praktik ihram, wukuf, tawaf, sa’i, hingga lempar jumrah.

Beberapa peserta mengaku senang mendapatkan pengalaman belajar tersebut karena terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami, Salah satunya Alifah. “Saya bercita-cita ingin menunaikan ibadah umrah dan naik haji bersama keluarga mereka di masa mendatan”, ujar siswi MI Muhammadiyah Senon ini.

Editor dan Foto : Sri Lestari

Post Relate

Translate »
Skip to content