
Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga kembali melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Inovasi Berdampak Urab Mendoan (Ustadz/Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan), pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan sekaligus memastikan bahwa bantuan ternak yang diberikan benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi para ustadz dan penerima manfaat lainnya.
Kegiatan Monev kali ini diikuti oleh Kasubbag TU Sudiono, Kasi PHU Ani Mufarokhakh Kasi Bimas Islam Moh. Nur Hidayat, Kasi PAIS Didik Wirawan, serta Perencana Rofita Baroroh. Mereka tergabung dalam Tim Urab Mendoan tingkat Kabupaten Purbalingga yang bertugas memastikan kelangsungan dan efektivitas program pemberdayaan tersebut.
Monev dimulai dengan mengunjungi penerima bantuan kambing di Jambu, Kecamatan Karanganyar. Salah satunya adalah Ustadz Kisno yang sebelumnya menerima dua ekor kambing. Hasil Monev menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dua ekor kambing bantuan tersebut kini telah berkembang biak menjadi empat ekor dan bahkan pernah sekali dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kisah serupa juga terlihat pada penerima program lainnya, yaitu Ustadz Solihin di Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara. Kambing yang ia pelihara kini telah berkembang menjadi lima ekor. Perkembangan ini menjadi bukti bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi aset ternak, tetapi juga telah memberikan nilai tambah ekonomi bagi penerima manfaat.
Baca Juga: Pastikan Capaian Inovasi Urab Mendoan, Kemenag Purbalingga Gelar Rapat Monev Inovasi
Selanjutnya, Tim Monev melanjutkan kunjungan ke penerima bantuan ayam KUB di Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol. Ustadz Abidin sebagai penerima program melaporkan bahwa ia awalnya menerima 23 ekor ayam KUB. Kini ayam-ayam tersebut telah rutin bertelur dengan produksi rata-rata 14 butir per hari. Tidak hanya itu, ia juga melakukan penetasan mandiri, dan hingga saat ini sudah menghasilkan lebih dari 40 ekor anak ayam.
Ketua Tim Urab Mendoan, Ani Mufarokhakh menyampaikan apresiasinya terhadap capaian para penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi pada kesinambungan manfaat untuk menopang kehidupan para ustadz serta masyarakat penerima manfaat.
“Apa yang dilakukan oleh Ustadz Abidin ini bisa menjadi contoh baik bagi penerima program lainnya. Hasil yang tampak mungkin terlihat sedikit, tetapi sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Inilah inti dari Urab Mendoan, pemberdayaan ekonomi yang sederhana namun nyata manfaatnya,” ungkapnya.
Program Urab Mendoan merupakan inovasi pemberdayaan ekonomi yang digagas Kemenag Purbalingga dengan melibatkan para ustadz, guru ngaji, serta umat lintas agama dalam kegiatan produktif, terutama bidang peternakan dan pertanian. Melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan, diharapkan program ini terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Kontributor : Nael
Editor/ Publisher : Sri/ Ahyan
Foto : Nael