Purbalingga (Humas) — Implementasi Ekoteologi melalui program Eco Office “Nandur Becik Ati Resik”, penguatan inovasi berdampak, dan budaya layanan prima menjadi fokus monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, di KUA Karanganyar, Selasa (22/7/2026).

Dalam pembinaannya, Kakankemenag mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dihadirkan KUA Karanganyar sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, hijau, nyaman, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kakankemenag menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus dibangun melalui budaya layanan prima dengan menerapkan 5A, yaitu Attitude (sikap), Attention (perhatian), Action (tindakan), Ability (kemampuan), dan Accountability (akuntabilitas). Menurutnya, keberhasilan pelayanan juga ditentukan oleh implementasi 3S, yakni Service Excellent, Solutif, dan Smile Up.
“Inovasi yang berdampak harus berjalan seiring dengan budaya layanan prima. Jadikan setiap inovasi mampu memberikan kemudahan, kenyamanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyatakan bahwa hasil monitoring dan evaluasi menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus melahirkan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Eco Office.
“Kami akan terus membangun budaya kerja yang inovatif, menjaga lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, ramah, cepat, dan akuntabel melalui penerapan 5A dan 3S. Harapannya, kehadiran KUA Karanganyar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Amin.
