
Purbalingga (Humas) — MI Muhammadiyah Nangkod terus menguatkan pendidikan karakter murid melalui program pembiasaan harian bertajuk Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program tersebut diterapkan sebagai upaya membentuk generasi yang disiplin, religius, sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Strategi pembiasaan ini diterapkan kepada seluruh murid di madrasah yang saat ini memiliki 129 siswa dengan didukung 10 tenaga pendidik.
Kepala Madrasah, Khasanah, dalam wawancara yang dilakukan di lingkungan madrasah, menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan melalui pola pembiasaan sederhana namun konsisten setiap hari. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori di kelas, tetapi harus diwujudkan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Kami membiasakan anak-anak melakukan kegiatan positif sejak pagi hingga malam agar menjadi karakter yang melekat dalam diri mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, madrasah menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan pendidikan umum sekaligus penguatan pendidikan agama dan akhlak bagi putra-putrinya. Selain memperoleh pelajaran umum, murid di madrasah juga mendapatkan pembiasaan ibadah, pendidikan karakter, serta penanaman nilai-nilai moral dan sosial sejak dini. “Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kebiasaan baik anak. Inilah yang menjadi kekuatan pendidikan di madrasah,” tambahnya.

Adapun tujuh kebiasaan yang diterapkan meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Pembiasaan bangun pagi dan datang tepat waktu dilakukan untuk melatih kedisiplinan siswa. Sementara itu, pembiasaan ibadah diterapkan melalui doa bersama, salat berjamaah, dan penguatan nilai akhlak. Untuk menjaga kesehatan murid, madrasah juga membiasakan olahraga rutin dan edukasi pentingnya pola makan sehat dan bergizi.
Selain fokus pada pembelajaran akademik, MI Muhammadiyah Nangkod juga menanamkan nilai sosial melalui budaya gotong royong, sopan santun, serta sikap saling menghormati antar sesama. Kegiatan literasi dan pembelajaran aktif juga terus didorong guna menumbuhkan semangat gemar belajar pada murid. Madrasah turut melibatkan orang tua dalam mendukung pembiasaan tidur cepat dan pola hidup disiplin di rumah agar pendidikan karakter berjalan selaras antara sekolah dan keluarga.
Nurkhasanah berharap melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, murid dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. “Pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus akan membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. Nael
