Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

MADRASAH: OUR GRASS IS ALWAYS GREENER

Edisi 72, oleh Abas Rosadi, S.S., M.Pd. (Guru Bahasa Inggris MTsN 1 Purbalingga)

Kenapa Kita Sering Melirik Rumput Tetangga?

Kita semua tahu pepatah “Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau” atau the grass is always greener on the other side“. Kalu kita anlogikan dalam konteks dunia pendidikan, “rumput tetangga” ini merupakn istilah untuk sekolah umum, sekolah internasional, atau lembaga lain yang terlihat lebih keren, fasilitasnya lebih mewah, atau kurikulumnya lebih “kekinian”.

Sebagai warga madrasah, kita mungkin sesekali melirik ke luar dengan mata bertanya-tanya, merasakan sedikit “gumun” (terkagum-kagum) terhadap kilauan lembaga pendidikan berlabel sekolah, dan wajar jika kita merasa seperti itu. Akan tetapi hal itu tidak membuat kita rendah diri karena madrasah punya potensi untuk bersaing bahkan bisa melebihi sekolah. Salah satu caranya adalah dengan mengubah mindset kita dari the grass is always greener on the other sidemenjadi our grass is always greeneryang artinyamenjadi “rumput kita lebih hijau dari rumput tetangga”.

Kenapa kita harus menanamkan mindset our grass is always greener” di madrasah?

Pupuk Premium Istimewa

Kalau memakai istilah rumput, maka rumput tetangga hanya disiram menggunakan air biasa, sedangkan rumput kita ini istimewa! Kita disiram dengan air yang berisi pupuk premium berupa kombinasi iman dan ilmu.

Pupuk pertama adalah Pupuk Aqidah (N), atau Nitrogen Keimanan. Komponen ini berfungsi memperkuat akar spiritual dan membuat tunas hati kokoh agar tidak mudah goyah oleh trend sesaat. Bukti keampuhannya adalah madrasah menghasilkan lulusan yang memiliki keimanan yang kuat dan landasan amal yang kokoh. Selanjutnya ada Pupuk Akhlak (P), yaitu Fosfor Perilaku. Pupuk ini membantu proses fotosintesis sosial yang menghasilkan buah budi pekerti yang luhur dan bermanfaat. Hasilnya, siswa madrasah mempunyai adab yang keren berupa sopan santun yang tentunya membuat guru dan orang tua senang.

Tak kalah penting adalah Pupuk Fikih (K), atau Kalium Keteraturan. Pupuk ini mengatur sistem metabolisme hidup, mulai dari cara berwudu sampai cara memimpin rapat. Efeknya, siswa menjadi hidup teratur dan tidak bingungan. Terakhir, madrasah juga menyiram dengan air ilmuumum, yang merupakan standar H2O agar siswa tidak ketinggalan zaman dalam hal matematika, sains, dan teknologi. Dengan semua pupuk ini, madrasah mencapai keseimbangan, menghasilkan lulusan yang bisa menjadi juara di olimpiade sains, robotic sekaligus juga hafal al quran.

Al-Qana’ah Theory

Selain dengan pupuk super, kunci utama untuk membuat rumput kita terlihat hijau adalah qana’ah (rasa cukup/puas). Qana’ah berarti melihat rumput kita sendiri dengan kacamata syukur, bukan kacamata cemburu apalagi dengki. Bersyukur dengan apa yang Allah berikan, bersyukur terhadap apa yang pemerintah berikan berupa fasilitas madrasah akan membuat hati kita menjadi tenang. Ada lelucon bagi yang kurang qonaah, mereka diibaratkan seperti anak kecil yang sudah diberi robot canggih, tapi malah menangis karena melihat temannya main mobil-mobilan kayu. Mereka tidak tahu terhadap kehebatan “robotnya” sendiri

Madrasah Mencetak Lulusan Hybrid

Kenapa grass is always greener di madrasah? Karena kita mencetak lulusan hybrid. Lulusan madrasah adalah generasi smart dan shaleh, yang mampu menyelesaikan persamaan kuadrat sekaligus tahu tata cara sholat lengkap. Kita adalah insan duniawi-ukhrawi yaitu paham bisnis e-commerce dan cara menghitung warisan (faraid).  Kita juga filter sosial cerdas, tidak hanya pandai media sosial, tapi juga pandai memfilter hoax dan ghibah (gosip). Keunikan kita? kita menyiapkan siswa untuk sukses di kehidupan dunia dan sukses di kehidupan akhirat. Bisa diibaratkan sekolah mungkin menyiapkan mobil balap F1 cepat tapi hanya cocok di satu medan, sedangkan madrasah menyiapkan mobil off-road 4×4 yang tangguh di segala medan.

Meskipun potensi keunggulan sudah ada di Madrasah, mewujudkan our grass is always greener menuntut usaha keras yang harus konsisten dan terukur. Ini adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan komitmen tinggi dari semua warga Madrasah. Oleh karena itu, kita perlu mengimplementasikan semacamcritical factors for excellence yaitu faktor-faktor penentu yang harus dilakukan. Adapun faktor-faktor penentu tersebut adalah:

  1. Stop Stalking: Alihkan Energi untuk Memanen Prestasi dan Menguatkan Akhlak

Kebiasaan hanya melirik ke luar, membandingkan diri dengan fasilitas sekolah umum yang mengilap, dengan prestasi seabreg tanpa adanya usaha, hanya membuang-buang waktu dan energi. Daripada energi habis untuk scroll sekolah lain, lebih baik dialihkan dan fokus pada potensi yang sudah ada di madrasah. Fokus ini harus mengerucut pada dua hal: mengukir prestasi akademik dan menguatkan akhlak islami. Kita tidak perlu mencari pengakuan dari luar, karena madrasah memiliki modal yang memadai. Matikan mode “lirik tetangga” dan segera aktifkan mode “gali potensi maksimal dimadrasah” untuk memanen medali ilmu dan memancarkan cahaya akhlak.

  • Bersyukur

Kita hanya perlu mengucapkan Alhamdulillah setiap hari. Ucapan Alhamdulillah adalah pupuk yang paling murah meriah, tidak perlu dibeli pakai dana BOS, DIPA atau dana komite, dan dijamin membuat rumput (potensi dan keunggulan) kita makin subur dan berkilau. Bayangkan, satu kata sakti ini bisa meningkatkan keindahan lingkungan Madrasah tanpa perlu mengganti ubin atau mengecat ulang gedung. Syukur ini seperti filter di media sosial, tapi versi Islami, ia membuat semua yang kita miliki terlihat lebih indah dan berkah!

  • Tunjukkan Hasil Panen: Buktikan Kita Juara!

Langkah terakhir dan paling keren adalah meunjukan hasil panen! Ya, kita harus membuktikan bahwa keunggulan akhlak, ibadah, dan ilmu yang kita tanam itu menghasilkan pribadi yang lebih unggul. Kita tidak hanya sekadar pintar matematika atau sains yang mana sekolah juga bisa, tapi kita menghasilkan pribadi yang lebih tenang, bahagia, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ketika siswa madrasah lulus, tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah paket lengkap: smart dan shaleh. Kita bukan cuma bisa mengejar deadline pekerjaan, tapi juga tahu deadline shalat. Dengan begitu, secara otomatis rumput kita akan terlihat paling hijau dan menjadi rumput organik premium karena menghasilkan lulusan yang matang dan berkualitas. Mari kita yakini bahwa madrasah kita adalah ladang terbaik. Madrasah: Our grass is always greener!

Post Relate

Translate »
Skip to content