Purbalingga (Humas) — “Inovasi tidak boleh berhenti pada penciptaan program, tetapi harus memberikan dampak nyata, berkelanjutan, dan menjadi budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama.” Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, saat memimpin review dan evaluasi mapping Grand Design serta pola strategi baru implementasi inovasi Urab Mendoan dan Paku Bumi, di Ruang Galaksi Kankemenag Purbalingga, Selasa (22/7/2026).

Menurut Zahid, penyempurnaan grand design dan strategi implementasi menjadi langkah penting agar setiap inovasi memiliki arah yang jelas, target yang terukur, serta mampu menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.
“Kita harus memastikan setiap inovasi terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, memiliki indikator keberhasilan yang terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, tim melakukan penelaahan terhadap capaian, tantangan, peluang pengembangan, serta penyelarasan strategi implementasi kedua inovasi. Hasil evaluasi diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat Urab Mendoan dan Paku Bumi sebagai inovasi yang berdampak dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Baca Juga: Urab Mendoan, Inovasi Berdampak Kankemenag Purbalingga untuk Kemandirian Umat
