Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Belajar IPA  dengan Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation

Dalam proses pembelajaran guru memegang peranan yang sangat penting. Guru harus menciptakan suasana belajar yang mendorong dan memotivasi peserta didik untuk belajar.

Guru harus kreatif dan inovatif dalam menciptakan ide-ide yang dituangkan dalam model pembelajaran sehingga peserta didik dapat memiliki ruang gerak untuk menuangkan dan menerima materi yang disampaikan oleh guru.

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih rileks, menyenangkan, menantang, dan dinamis akan mampu memacu keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran diantaranya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif group investigation.

Model pembelajaran kooperatif group investigation

Model pembelajaran group investigation sebagai model pembelajaran yang kooperatif dan mudah diterapkan, melibatkan aktivitas peserta didik tanpa harus ada perbedaan status dan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran di kelas (Rusman, 2012).

Selain itu model pembelajaran group investigation melibatkan peserta didik sebagai ujung tombak dalam pembelajaran sehingga peserta didik aktif dalam mengajukan pertanyaan, mengusulkan solusi, membuat ramalan, melakukan mengorganisasikan data, dan terakhir membuat simpulan dari permasalahan yang diteliti. Pengamatan, mengorganisasikan data, dan terakhir membuat simpulan dari permasalahan yang diteliti. Tujuan dari pemebelajaran group investigation adalah membantu peserta didik untuk melakukan investigasi terhadap suatu totik secara sistematis dan analitik, pemahaman secara mendalam terhadap suatu topik yang dilakukan melaui investigasi, dan melatih peserta didik untuk bekaerja secara kooperatif dalam memecahkan suatu masalah.

Seperti penulis lakukan di MTs Negeri 2 Purblaingga pada mata pelajaran IPA kelas IX materi reproduksi pada tumbuhan dan hewan bagian siklus hidup tumbuhan. Pada materi tersebut penulis menggunakan model pembelajaran group investigation.

Ada enam tahapan yang dilakukan guru dalam melakukan pembelajaran group investigation di kelas yaitu:

Tahap Pertama, mengidentifikasi topik dan membagi peserta didik kedalam kelompok. Pada pembelajaran ini diawali dengan guru menanyakan pada peserta didik tentang beberapa kelompok tumbuhan yang dikenal. Kemudian peserta didik dikelompokan secara heterogen ke dalam 8 kelompok, dengan anggota 4-5.

Tahap Kedua, merencanakan tugas kelompok menyusun rumusan masalah dan tujuan sesuai dengan topik. Selanjutnya, guru membimbing kelompok membuat perencanaan dari masalah yang akan diinvestigasi dan mengkaji literatur sesuai dengan topiknya yaitu tentang siklus hidup tumbuhan. bagaimana proses, dan sumber apa yang akan dipakai.

Tahap Ketiga, membuat penyelidikan. Tiap-tiap kelompok menyiapkan bahan yang dibutuhkan untuk pengamatan (investigasi) siklus hidup tumbuhan. Tiap-tiap kelompok melaksanakan investigasi atau pengamatan yang telah direncanakan. Tiap-tiap kelompok mengumpulkan, menganalisis, dan mengkaji literatur, serta membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok.

Tahap Keempat, mempersiapkan tugas akhir. Setiap kelompok investigasi siklus hidup mempersiapkan laporan hasil tumbuhan yang akan dipresentasikan di depan kelas.

Tahap kelima, mempresentasikan tugas akhir. Peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain tetap mengikuti.

Tahap Keenam, evaluasi. Soal ulangan mencakup seluruh topik reproduksi pada tumbuhan dan hewan bagian siklus hidup tumbuhan.

Kesimpulanya adalah pembelajaran kooperatif group investigation dapat digunakan untuk melatih berbagai kemampuan peserta didik agar sintesis, analisis, dan mengumpulkan informasi atau data untuk melatih kecakapan berpikir tingkat tinggi dalaim proses pembelajaran. Kooperatif group investigation ini menuntut para peserta didik untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok.

Penulis: Esti Nurcahyati, S.Pd., guru IPA MTs Negeri 2 Purbalingga.

Post Relate

Translate »
Skip to content