STOP!! Jangan Normalisasi Bullying, Karena Luka Batin Bukan Candaan
Edisi 52, oleh Rahel Cynthia Hutagalung (Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kabupaten Purbalingga) Ada sesuatu yang saat ini tumbuh di sekitar kita. Ia tersenyum seperti lelucon dan berangsur menjadi kebiasaan, lalu berkembang membuat semua orang menganggap “WAJAR”. Apa itu kata wajar pada artikel ini adalah bullying yang dinormalisasi. Baru–baru ini publik dibuat heboh dengan kasus perundungan …
STOP!! Jangan Normalisasi Bullying, Karena Luka Batin Bukan Candaan Selengkapnya »

