Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

900 Siswa SMAN 1 Karangreja Ikuti “The Most KUA”, Penyuluh Agama Beri Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini

Purbalingga (Humas) – Sebanyak 900 siswa SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan “The Most KUA” yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadan dengan materi pencegahan pernikahan dini bagi remaja usia sekolah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut menghadirkan para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Karangreja sebagai narasumber, yakni Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana.

Penyuluh Agama Islam, Saryono dalam giat Pesantren Ramadan kegiatan “The Most KUA”di SMA Negeri 1Karangreja, Senin (9/3/2026).

Sebelum kegiatan dimulai, para penyuluh agama disambut oleh Kepala SMAN 1 Karangreja, Tri Lestari, yang baru mulai bertugas pada awal Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut berlangsung silaturahmi sekaligus perkenalan antara pihak sekolah dengan para penyuluh dari KUA Karangreja.

Acara diawali dengan pembacaan selawat dan khotmil Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan. Selanjutnya para penyuluh agama menyampaikan materi secara bergantian dalam dua sesi agar seluruh siswa dapat mengikuti pembinaan secara merata.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menekankan pentingnya menjaga pergaulan, membangun karakter, serta merencanakan masa depan dengan baik. Materi juga menyoroti berbagai risiko pernikahan dini, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun kesiapan mental dan ekonomi.

Salah satu narasumber, Saryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mampu mengambil keputusan yang bijak dalam merencanakan masa depan.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Karena itu penting bagi mereka untuk memahami dampak dari pernikahan dini. Kami berharap para siswa dapat fokus menuntut ilmu, menjaga pergaulan, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih matang,” ujar Saryono.

Ia menambahkan bahwa melalui program “The Most KUA”, penyuluh agama berupaya mendekatkan layanan dan edukasi keagamaan kepada kalangan pelajar.

“Penyuluh agama tidak hanya hadir di masyarakat umum, tetapi juga di lingkungan sekolah. Kami ingin memberikan pembinaan agar para remaja memiliki bekal nilai agama yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tambahnya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Beberapa di antaranya juga aktif menyampaikan pertanyaan dan pendapat selama sesi materi berlangsung.

Salah satu peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman baru tentang pentingnya merencanakan masa depan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai remaja. Kami jadi lebih memahami pentingnya menjaga pergaulan dan fokus pada pendidikan agar bisa meraih cita-cita terlebih dahulu,” ungkap salah satu siswa peserta kegiatan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga mampu membangun karakter serta merencanakan masa depan dengan lebih baik dan bertanggung jawab.

Sumber : Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja

Editor : Sri Lestari

Post Relate

Translate »
Skip to content