Purbalingga (Humas) – Sebanyak 17 siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta di Kecamatan Kemangkon mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Selasa (28/4/2026), dalam rangka kegiatan pembelajaran di luar kelas (Outing Class).
Kunjungan tersebut diikuti oleh perwakilan siswa dari MIM Bokol dan MIM Senon setelah sebelumnya mengikuti pembelajaran Manasik Haji bersama di Lokawisata Sanggaluri Park Kutasari. Kegiatan outing class ini dipandu langsung oleh Tim HMIK (Humas Media Informasi Kreatif) Kemenag Purbalingga bersama mahasiswa PPL Universitas Perwira Purbalingga (Unperba).

Guru pendamping, Nur Tri Wahyuni, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada peserta didik, khususnya dalam memahami nilai-nilai karakter yang diterapkan di lingkungan kerja pemerintahan.
“Kunjungan ini kami lakukan usai kegiatan pembelajaran Manasik Haji bersama di Lokawisata Sanggaluri Park Kutasari. Ini menjadi pengalaman pertama bagi siswa-siswi kami berkunjung ke Kankemenag Purbalingga,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya kejujuran, sikap anti korupsi, serta perlunya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat sejak usia dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyambut baik kegiatan outing class tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda madrasah.
“Anak-anak harus dikenalkan sejak dini dengan nilai kejujuran, integritas, pelayanan prima dan sikap saling menghargai dalam keberagaman. Pendidikan karakter seperti ini sangat penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan cinta terhadap nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan,” tegasnya.
Selama kunjungan, para siswa diajak berkeliling mengenal berbagai layanan publik di Kankemenag, seperti ruang PTSP, ruang Arsip, kantin kejujuran, ruang kesehatan, gazebo Moderasi Beragama, hingga fasilitas pendukung lainnya. Mereka juga mengikuti edukasi ringan, fun game interaktif, serta kuis menarik yang menanamkan nilai antikorupsi, budaya pelayanan, dan semangat moderasi beragama.

Menariknya, dalam sesi praktik pelayanan SEHATI, para siswa diberi kesempatan untuk melakukan simulasi pelayanan publik secara langsung. Sebagian siswa berperan sebagai petugas PTSP, sementara lainnya menjadi pengguna layanan. Dalam praktik tersebut, mereka diperkenalkan dengan metode pelayanan 10-5-3, yakni 10 langkah senyum, 5 langkah sapa dan gestur ramah, serta 3–1 langkah bantu dan layani sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.
Melalui simulasi ini, peserta belajar bagaimana memberikan pelayanan dengan sopan, ramah, cepat, dan penuh empati. Mereka tampak antusias mempraktikkan cara menyambut tamu, memberikan informasi, hingga membantu pengguna layanan dengan sikap yang santun dan profesional.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa semakin bersemangat saat mengikuti sesi permainan dan pembagian doorprize menarik yang menambah suasana semakin meriah dan menyenangkan. Gelak tawa dan semangat belajar terlihat jelas dari para peserta yang aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti tantangan yang diberikan panitia.

Suasana outing class pun berlangsung hangat, edukatif, dan penuh keceriaan. Banyak siswa mengaku senang karena bisa belajar sambil bermain serta mendapatkan pengalaman baru tentang pelayanan publik dan nilai-nilai keagamaan. “Petugasnya ramah, ruangannya sejuk, asri dan permainanya asyik, semoga dapat kembali berkunjung untuk belajar lebih banyak di lKemenag Purbalingga”, ujar Zaki.

Editor : Sri Lestari
Foto : HMIK
