Purbalingga (Humas) — Di tengah penanganan dampak banjir bandang yang melanda Desa Serang, Kecamatan Karangreja, kepedulian terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Sutaryo, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar Kemenag Purbalingga, yang turut terjun langsung membantu di dapur umum Posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Dusun Kaliurip, Rabu (4/2/2026).

Tidak sekadar memantau atau memberi arahan, Sutaryo bahkan turun tangan sebagai koki dapur. Bersama relawan lainnya, ia menyiapkan menu nasi, rendang, dan tahu goreng yang kemudian dibungkus untuk dibagikan kepada sekitar 60 orang warga terdampak banjir serta relawan yang bertugas di posko.
Menurut Sutaryo, keterlibatannya di dapur posko merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai pendidik agama. Ia menilai bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya disampaikan di ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama saat masyarakat sedang tertimpa musibah.
“Sebagai Pengawas PAI, saya merasa terpanggil untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ini mungkin sederhana, hanya memasak dan menyiapkan makanan, tetapi semoga bisa sedikit mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Sutaryo di sela kegiatan memasak.
Ia menambahkan, bencana merupakan momentum untuk menguatkan solidaritas dan empati sosial. Menurutnya, kehadiran aparatur Kementerian Agama di lokasi bencana juga menjadi wujud nyata nilai moderasi beragama yang mengedepankan kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.

Kegiatan dapur umum di Posko MDMC Dusun Kaliurip sendiri terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang rumahnya terdampak banjir bandang. Sinergi antara relawan, organisasi kemanusiaan, dan unsur Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Desa Serang.
Editor : Sri Lestari
Foto : Dok. Posko Kaliurip