Setiap orang tua pasti mendambakan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Madrasah hadir menjawab harapan itu, dengan konsep pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membentuk kepribadian secara utuh.
Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, penguatan pendidikan madrasah terus digalakkan dengan mengusung empat pilar utama. Empat pilar ini menjadi bekal penting, tidak hanya untuk anak-anak ketika belajar di madrasah, tetapi juga ketika mereka berada di rumah dan bermasyarakat.
Empat Pilar Utama Pendidikan Madrasah
- Akhlak dan Pemahaman Agama
Anak-anak dibekali dengan pengetahuan akidah, syari’at, dan nilai-nilai moral. Lebih dari itu, mereka dibiasakan untuk mempraktikkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan akhlak ini bukan sekadar teori, melainkan dibentuk lewat keteladanan guru di madrasah dan orang tua di rumah. - Disiplin dan Nilai Kehidupan
Disiplin adalah kunci kesuksesan. Anak-anak diajarkan untuk menghargai waktu, mematuhi aturan, dan menjaga konsistensi dalam beribadah maupun belajar. Dengan kedisiplinan, mereka belajar bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. - Manajemen Diri dan Kemandirian
Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga melatih anak untuk mampu mengatur diri. Mulai dari mengelola tugas belajar, menjaga kebersihan, hingga mengendalikan emosi. Kemandirian ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka menghadapi kehidupan nyata di masyarakat. - Penguasaan Teknologi dan Literasi Digital
Di era digital, kemampuan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Madrasah di Purbalingga mengembangkan program Madrasah Digital untuk melatih siswa melek IT, dari penggunaan aplikasi pembelajaran hingga keterampilan coding. Dengan begitu, mereka siap berkompetisi di dunia global tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi berakhlak.

Madrasah dan Rumah: Dua Sayap Pendidikan
“Keempat pilar ini tidak bisa berjalan hanya di satu sisi saja. Madrasah memang menjadi tempat anak-anak mendapatkan pendidikan formal, tetapi keluarga adalah madrasah pertama dan utama. Keteladanan orang tua di rumah, pengawasan terhadap penggunaan teknologi, serta pembiasaan akhlak mulia akan melengkapi pendidikan yang sudah diberikan di madrasah.”
Dengan sinergi madrasah dan keluarga, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat, berkarakter, dan siap menatap masa depan.
Madrasah adalah Rumah Ilmu dan Potensi
Melalui penguatan empat pilar utama ini, madrasah di Kabupaten Purbalingga membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus kokoh menjaga nilai-nilai luhur.
Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan putra-putrinya di madrasah. Sebab di madrasah, pendidikan bukan hanya soal ta’lim (pengajaran), melainkan juga tarbiyah (pembentukan karakter).
Madrasah: Maju, Bermutu, Mendunia.
Penulis:
H. Sudiono, S.Pd.I., M.Pd.I.
(Kasi Pendidikan Madrasah)