
Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar rapat Tim Perumus Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan Urab Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) V.2 di Ruang Rapat Sehati, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah penyempurnaan inovasi yang telah berjalan agar semakin tepat sasaran, berdampak luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Rapat dipimpin oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, serta diikuti oleh tim perumus dan pihak terkait yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. Dalam arahannya, Zahid Khasani menegaskan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat serta terus berkembang sesuai kebutuhan dan tantangan yang ada.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan penerima manfaat yang lebih terarah melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pihak lintas sektoral. Dengan demikian, program dapat menjangkau kelompok sasaran yang tepat dan menghasilkan dampak yang lebih optimal. “Ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Urab Mendoan, Siti Honiah Mujiati, menyampaikan hasil koordinasi yang telah dilakukan dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjaga sinergi program sekaligus menyempurnakan pemetaan calon penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih efektif dan berkelanjutan.
“Melalui koordinasi dengan DPPP, kami memperoleh berbagai masukan terkait pendampingan, pemetaan sasaran, serta potensi pengembangan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Jejak Keberlanjutan Urab Mendoan, Tim Kankemenag Purbalingga Sambangi MIM Sumampir
