Purbalingga (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan pentingnya menjaga capaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sekaligus memperkuat langkah strategis menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pembangunan Zona Integritas (PZI) yang digelar di Ruang Galaksi, Selasa (3/3/2026).

Menurut Zahid, capaian WBK tahun 2025 bukanlah titik akhir, melainkan fondasi yang harus dirawat dan ditingkatkan secara konsisten. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah, mengingat target WBBM membutuhkan kerja yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
“Capaian WBK 2025 harus kita jaga bersama. Kuncinya ada pada tim yang solid, komunikasi terbuka, dan tujuan yang jelas, karena waktu menuju WBBM tinggal 85 minggu,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan meraih WBBM tidak hanya bergantung pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi pada implementasi nyata reformasi birokrasi, terutama dalam aspek pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap unit kerja diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap area yang masih perlu diperkuat.
Zahid juga menekankan pentingnya penguatan kualitas layanan sebagai bagian dari keberlanjutan program Zona Integritas. Hal ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, standardisasi layanan, serta pengembangan layanan yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Menuju WBBM, hal-hal yang belum kita garap di WBK harus kita kuatkan, termasuk pelatihan layanan disabilitas dan bahasa isyarat. Semua tim harus terlibat aktif, tidak boleh hanya bertumpu pada beberapa orang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar setiap satuan kerja membangun budaya kerja kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, komitmen kolektif menjadi faktor kunci dalam menjaga integritas dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Rapat PZI tersebut juga menjadi forum konsolidasi untuk menyelaraskan rencana aksi, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan seluruh indikator penilaian WBBM dipahami dan diimplementasikan secara optimal oleh masing-masing tim kerja. Dengan sinergi yang kuat, Zahid optimistis target WBBM dapat dicapai sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Baca Juga: Jaga WBK, Wujudkan WBBM 2027: Komitmen Kankemenag Purbalingga Mengawali Hari Kerja
Kontributor : Lestari
Editor/ Publisher : Ahyan
Foto : Aris