Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

Literasi Sehati

Dari Stigma ke Sakinah: HIV Bukan Penghalang untuk Menikah

Edisi 67, oleh Wiwit Aryati, S.H. (Penyuluh Agama Islam KUA Rembang) Bagi sebagian orang, mendengar kata HIV sering kali menimbulkan rasa takut, stigma, bahkan penolakan. Padahal di balik status kesehatan yang sering disalahpahami itu, ada manusia yang tetap memiliki hak, cinta, dan harapan yang sama, membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah serta maslahah. Stigma terhadap …

Dari Stigma ke Sakinah: HIV Bukan Penghalang untuk Menikah Selengkapnya »

Peran Penyuluh Agama dalam Membangun Kerukunan dan Integritas Bangsa

Edisi 66, oleh Joko Waluyo, S.Pd.I. (Penyuluh Agama Islam Kankemenag Purbalingga) Penyuluh Agama merupakan aparatur yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan serta pembangunan masyarakat melalui bahasa agama. Sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, penyuluh memiliki peran penting dalam membina mental, moral, dan …

Peran Penyuluh Agama dalam Membangun Kerukunan dan Integritas Bangsa Selengkapnya »

Membangun Kualitas Pendidikan dari Dalam Kelas

Edisi 64, oleh Siti Khasiroh, M.Pd. (Guru BA Aisyiyah Kepenggok) Kualitas pendidikan merupakan isu sentral dalam pengembangan lembaga pendidikan di Indonesia. Dalam konteks pendidikan anak usia dini yaitu Raudhatul Athfal, upaya peningkatan mutu sering kali difokuskan pada aspek administratif dan manajerial lembaga, seperti akreditasi, supervisi kelembagaan atau prestasi dalam ajang kompetisi. Padahal, esensi dari pendidikan …

Membangun Kualitas Pendidikan dari Dalam Kelas Selengkapnya »

Hadirkan cinta dan kasih sayang dalam pembelajaran

Perlunya Hadirkan Cinta dan Kasih Sayang dalam Pembelajaran: Fondasi Pendidikan Humanis

Edisi 63, oleh Imam Sutikno (Pengawas Madrasah Kankemenag Kabupaten Purbalingga) Sistem pendidikan modern sering kali didominasi oleh orientasi kognitif, mengukur keberhasilan melalui capaian akademis, nilai ujian, dan kuantitas informasi yang diserap. Dalam konteks yang serba terukur dan kompetitif ini, dimensi afektif, khususnya kehadiran cinta dan kasih sayang, cenderung terpinggirkan sebagai variabel yang “lunak” dan tidak …

Perlunya Hadirkan Cinta dan Kasih Sayang dalam Pembelajaran: Fondasi Pendidikan Humanis Selengkapnya »

Belajar pintar tak cukup

BELAJAR PINTAR TAK CUKUP: SAAT DUNIA PENDIDIKAN LUPA MENDIDIK HATI

Edisi 61, oleh Mabrur (Pengawas Sekolah PAI TK/SD/SLB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga) Di tengah derasnya arus kemajuan teknologi dan perubahan zaman, dunia pendidikan seakan berlomba mencetak generasi yang cerdas secara intelektual. Kurikulum diperbarui, metode pembelajaran diperluas, dan berbagai platform digital dikembangkan untuk memastikan siswa tidak tertinggal dalam kompetisi global. Namun, di balik gemerlap semangat …

BELAJAR PINTAR TAK CUKUP: SAAT DUNIA PENDIDIKAN LUPA MENDIDIK HATI Selengkapnya »

Reward bagi murid semangat raih prestasi

Reward Bagi Murid, Semangat Raih Prestasi

Edisi 60, oleh Siti Nur Laely (Guru MIM Wirasana) Dalam dunia Pendidikan, peran guru tidak hanya sebatas pada penyampaian materi pelajaran saja. Lebih dari itu, guru adalah sosok yang harus bisa membimbing, memotivasi dan menginspirasi murid-muridnya untuk menggali potensinya sampai bisa meraih prestasi yang diiinginkan. Salah satu cara yang efektif untuk mendorong semangat belajar meraka …

Reward Bagi Murid, Semangat Raih Prestasi Selengkapnya »

Dari ibu kandung ke rumah baru

Dari Ibu Kandung ke Rumah Baru: Catatan Hati di Persimpangan Pengabdian

Edisi 59, oleh : Hj. Ani Mufarokhakh, S. Ag. (Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Perubahan itu satu hal yang pasti dalam hidup, tapi bukan berarti selalu mudah dijalani. Begitulah rasanya ketika kami—para insan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU)—mendengar bahwa urusan haji dan umrah akan bertransformasi, berpindah naungan dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan …

Dari Ibu Kandung ke Rumah Baru: Catatan Hati di Persimpangan Pengabdian Selengkapnya »

Sewindu meniti jalan integritas

Sewindu Meniti Jalan Integritas: Refleksi Delapan Tahun Pembangunan Zona Integritas di Kemenag Purbalingga

Edisi 58, oleh : H. Sudiono, S.Pd.I., M.Pd.I. (Kasubbag TU Kankemenag Purbalingga) Sejak 2018, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga telah meneguhkan komitmen bersama untuk membangun Zona Integritas (ZI). Komitmen ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan tekad kolektif yang lahir dari kesadaran akan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang …

Sewindu Meniti Jalan Integritas: Refleksi Delapan Tahun Pembangunan Zona Integritas di Kemenag Purbalingga Selengkapnya »

Humas penjaga citra dan penggerak integritas

Humas: Penjaga Citra dan Penggerak Integritas di Kemenag Purbalingga

Edisi 57, oleh Ahyan Putra (CPNS Pranata Humas Kankemenag Purbalingga) Di era birokrasi modern, pembangunan Zona Integritas (ZI) bukan lagi sekadar tuntutan administratif, melainkan bagian dari upaya nyata membangun budaya kerja yang bersih, profesional, dan melayani. Dalam proses panjang menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), peran Humas di Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menjadi sangat penting …

Humas: Penjaga Citra dan Penggerak Integritas di Kemenag Purbalingga Selengkapnya »

MBG jadi sarana perilaku hidup sehat

Program MBG Menjadi Sarana Pembiasaan Perilaku Hidup Positif dan Pembentukan Karakter di MIN 1 Purbalingga

Edisi 55, oleh Iik Nuralim, S.Pd.I., M.Pd. (Guru MIN 1 Purbalingga)  Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sebuah program pemerintah Indonesia untuk memberikan makan siang kepada anak mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Tujuannya adalah untuk meningkatkan gizi anak-anak, meningkatkan kesehatan dan produktivitas, melawan stunting dan ketimpangan gizi, serta mendukung tercapainya generasi yang lebih sehat dan cerdas …

Program MBG Menjadi Sarana Pembiasaan Perilaku Hidup Positif dan Pembentukan Karakter di MIN 1 Purbalingga Selengkapnya »

Translate »
Skip to content