Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Reviu dan Doa Bersama Sukses Pembangunan Zona Integritas (PZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), bertempat di Gazebo Kankemenag Purbalingga, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh segenap ASN Kemenag Purbalingga, satuan kerja madrasah, serta KUA, baik secara luring maupun daring.

Tercatat sebanyak 507 peserta mengikuti kegiatan ini melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan evaluasi perjalanan Pembangunan Zona Integritas yang telah dijalani Kemenag Purbalingga selama beberapa tahun terakhir.
Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Purbalingga sekaligus Ketua Pembangunan Zona Integritas, Sudiono, menyampaikan bahwa reviu ini penting sebagai bentuk evaluasi objektif terhadap capaian dan tantangan PZI.
“Kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi perjalanan Pembangunan Zona Integritas. Berdasarkan hasil survei, posisi kita saat ini berada di titik yang baik. Memang belum sempurna, tetapi sudah mencapai level yang tinggi dan sangat menjanjikan,” ujar Sudiono.
Ia menegaskan bahwa hasil survei tersebut harus dijadikan dasar untuk memperkuat perbaikan berkelanjutan, khususnya pada aspek pelayanan publik, tata kelola, serta budaya kerja aparatur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam arahannya memberikan motivasi dan penegasan strategi utama agar Kemenag Purbalingga dapat lulus predikat WBK pada tahun 2025.
“Strategi untuk lulus WBK adalah komitmen bersama. Zona Integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi seluruh ASN. Delapan tahun kita berkomitmen membangun Zona Integritas, dan kita berdoa semoga di tahun ke-9 ini Kankemenag Purbalingga dapat lulus WBK,” tegas Zahid.

Zahid Khasani juga menekankan sejumlah poin strategis yang harus terus diperkuat, antara lain mempermudah layanan kepada masyarakat, menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, mengoptimalkan media informasi dan komunikasi, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara konsisten dan berkelanjutan.
“Jika layanan kita semakin mudah, inovasi benar-benar dirasakan masyarakat, informasi tersampaikan dengan baik, dan monitoring evaluasi berjalan disiplin, maka budaya kerja berintegritas akan terbentuk secara alami,” tambahnya.

Kegiatan reviu ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abdul Raub, Penghulu KUA Kecamatan Karangreja, sebagai ikhtiar spiritual agar seluruh upaya dan komitmen Pembangunan Zona Integritas Kemenag Purbalingga diberikan kelancaran dan keberkahan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat budaya integritas dalam rangka mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025.
Kontributor/Foto : Ahyan Putra
Editor : Sri Lestari