
Purbalingga (Humas) — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin, 7 September 2026 secara hybrid dari MAN Purbalingga. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Kankemenag Kab. Purbalingga, Zahid Khasani, dengan peserta luring terdiri atas peserta OMI dan Kepala Madrasah/Kepala Sekolah jenjang MA/SMA, sementara peserta jenjang MTs/SMP dan MI/SD beserta Kepala Madrasah/Kepala Sekolah mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan live streaming YouTube KemenagPurbalingga. Kegiatan juga diikuti oleh para pengawas madrasah secara luring maupun daring.
Dalam sambutannya, Zahid Khasani menegaskan bahwa OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi harus menjadi ruang kreativitas dan aktualisasi potensi peserta didik dalam bidang sains. Menurutnya, sains harus didekatkan dengan kehidupan peserta didik sehingga mereka terdorong untuk berpikir kritis, berani mencoba, menemukan gagasan baru, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Jadikan OMI sebagai ruang untuk bereksplorasi, berkreasi, dan menemukan potensi terbaik. Juara itu penting, tetapi yang lebih penting adalah tumbuhnya rasa ingin tahu, kreativitas, dan keberanian anak-anak untuk menemukan solusi melalui sains,” pesannya.
Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Wisnu Sudarman, dalam laporannya menyampaikan bahwa OMI tahun 2026 diikuti 1.141 peserta, terdiri atas 810 peserta MI/SD, 212 peserta MTs/SMP, dan 119 peserta MA/SMA. Peserta berasal dari madrasah maupun utusan sekolah umum, dengan pelaksanaan terbagi sesuai jenjang: MA/SMA pada 7 September dalam 4 sesi, MTs/SMP pada 8 September dalam 3 sesi, dan MI/SD pada 9 September dalam 2 sesi. Kompetisi tersebar di 22 titik lokasi (tilok).
