Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

“Nandur Becik, Ati Resik” di Kankemenag Kabupaten Purbalingga

Edisi 24, oleh Hj. Laely Rochmah Mugi Lestari (Pegiat Eco Office Kemenag Purbalingga)

Siapa bilang kantor pemerintah itu identik dengan tumpukan kertas, plastik sekali pakai, dan suasana formal yang kaku?

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mencoba membalik pandangan itu. Sejak awal November 2024, Kankemenag Kabupaten Purbalingga resmi mengusung Program Eco Office, Zona Ramah Lingkungan dengan tagline: “Nandur Becik, Ati Resik.”

Tagline sederhana namun penuh makna: kalau kita mau menanam kebaikan, hati kita pun akan ikut bersih. Filosofi ini lahir dari keprihatinan sekaligus kepedulian. Sebab, menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga, wilayah ini termasuk daerah rawan krisis iklim. Maka dari itu, Kemenag Purbalingga merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi lewat gerakan kecil namun berkelanjutan, sejalan dengan Asta Protas Kemenag RI melalui program Ekoteologi.

Tak hanya itu, program ini juga selaras dengan Program Berdampak “Kemenag Asri” yang digagas Kementerian Agama RI. Spiritnya sama, yaitu menghadirkan lingkungan kerja yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan ASN maupun masyarakat.

Merawat tanaman hias
Suasana lingkungan kantor yang asri
Apa sih yang dilakukan?

Langkah-langkahnya sederhana, tapi punya dampak nyata:

  1. Penghijauan kantor. Area sekitar kantor mulai dipenuhi tanaman dan pepohonan baru. Udara jadi lebih segar, pemandangan pun menyejukkan mata.
  2. Kurangi plastik dan kertas. Pegawai mulai membiasakan diri tanpa plastik sekali pakai, termasuk dalam kegiatan sehari-hari.
  3. Bawa tumbler dari rumah. Alih-alih membeli air kemasan, setiap pegawai membawa botol minum sendiri.
  4. Pisahkan sampah. Kantor menyediakan tempat sampah terpilah: organik, non organik, serta barang berbahaya dan beracun (B3). Pegawai pun terbiasa membuang sampah sesuai kategorinya.
  5. Bibit pohon untuk pengunjung. Setiap hari, Lina pertama pengunjung atau pengguna layanan PTSP mendapat hadiah bibit pohon. Harapannya, mereka ikut menanam dan menyebarkan kebaikan.
  6. Co-Working Space. Ruang kerja dikonsep lebih terbuka, nyaman, dan hemat energi. Hasilnya teknis kerja lebih kolaboratif, konsumsi listrik turun cukup signifikan.
Apa manfaatnya?

Tidak butuh waktu lama, perubahan terasa nyata. Suasana kantor jadi lebih hijau, sejuk, dan asri. Pegawai lebih peduli dengan kebersihan serta terbiasa hidup ramah lingkungan. Yang menarik, penghematan listrik pun ikut terasa, karena pola kerja diubah menjadi lebih efisien.

Program ini menunjukkan bahwa membangun budaya ramah lingkungan tidak harus muluk-muluk. Mulai dari hal kecil, konsisten, dan melibatkan semua pihak, hasilnya bisa besar dan menular.

Melalui Eco Office dengan tagline “Nandur Becik, Ati Resik”, Kemenag Purbalingga membuktikan bahwa kantor pemerintah bisa menjadi teladan dalam aksi nyata menjaga bumi. Lebih dari itu, langkah ini juga mendukung program berdampak Kemenag Asri sehingga sejalan dengan semangat nasional menghadirkan lingkungan kerja yang ramah lingkungan, sehat, dan berkelanjutan. Apa yang ditanam hari ini, bukan hanya pohon, tapi juga kebaikan untuk masa depan yang lebih bersih dan lestari.

Post Relate

Translate »
Skip to content