Purbalingga (Humas) — Madrasah negeri dan swasta di Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan Sharing Knowledge Service Excellent Budaya Layanan Prima SEHATI yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Aula Galaksi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan mengusung tema “Membangun Budaya Pelayanan Prima untuk Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.”

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan pelayanan prima dimulai sejak tamu pertama kali memasuki lingkungan kerja. Mulai dari petugas keamanan di pintu gerbang hingga seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan harus mampu memberikan kesan yang baik kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Zahid memperkenalkan tiga indikator layanan prima yang menjadi pedoman dalam penerapan Budaya Layanan Prima SEHATI di madrasah.
Indikator pertama adalah Service Excellent, yang diwujudkan melalui penerapan konsep pelayanan 10-5-3 serta budaya Salam, Senyum, dan Sapa kepada setiap pengguna layanan. Indikator kedua adalah Solusi, yaitu kemampuan memberikan jawaban dan jalan keluar atas setiap kebutuhan layanan, termasuk ketika penyelesaiannya memerlukan jangka waktu tertentu. Sementara indikator ketiga adalah Smile Up, yaitu membangun kebiasaan bersikap ramah, positif, dan penuh semangat dalam melayani.
Zahid menjelaskan bahwa implementasi Service Excellent telah berjalan di 18 Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Purbalingga. Melalui kegiatan ini, pengalaman dan praktik baik tersebut dibagikan kepada madrasah agar budaya layanan prima dapat diterapkan secara lebih luas.
Baca Juga: Tiga Kunci Service Excellent, Berikan Kesan Terbaik kepada Pengguna Layanan