Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menegaskan pentingnya peran santri sebagai produsen konten positif di tengah derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Sudiono, mewakili Kakankemenag Purbalingga Zahid Khasani, dalam kegiatan Pelatihan Santri Gen-Z Memproduksi Konten Media – Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik Ramadan dari Suara Merdeka 2026 di Ponpes Madani Tunjungmuli, Karangmoncol, Senin (2/3/2026).

Dalam sambutannya, Sudiono menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut santri untuk adaptif dan kompeten dalam memanfaatkan media sosial secara bijak.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus tampil sebagai kreator yang menyebarkan narasi edukatif, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
Ia mengakui bahwa di lingkungan pesantren terdapat pembatasan penggunaan media sosial pada waktu-waktu tertentu sebagai bagian dari disiplin pendidikan.
Namun, regulasi tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kreativitas. Justru melalui pengelolaan yang terarah, pesantren dapat mengembangkan bakat dan talenta santri di bidang teknologi informasi tanpa mengabaikan karakter dan adab kepesantrenan.
Pada kesempatan tersebut, Kemenag Purbalingga juga menyerahkan bantuan dana kepada Ponpes Madani Tunjungmuli sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program literasi dan pengembangan kapasitas santri di bidang jurnalistik dan media digital. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Siti Honiah Mujiati kepada Pengasuh Ponpes Madani Tunjungmuli.
Baca Juga: Dakwah Digital, PAI Buat Konten Kreatif
Kontributor/ Publisher : Ahyan
Foto : Ahyan