
Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar rapat koordinasi virtual bersama Pengawas Madrasah dan PAI, Kepala KUA, serta perwakilan madrasah pada Sabtu (19/9/2026).
Rapat membahas persiapan teknis pelaksanaan program Kemenag Purbalingga berbagi yang akan dilaksanakan pada 22–29 September 2026 melalui penyaluran bantuan air bersih, air minum kemasan, serta sarana dan prasarana pendukung air bagi masyarakat terdampak kemarau pada 9 Kecamatan di Purbalingga. Bantuan juga akan menjangkau lembaga keagamaan seperti madrasah, TPQ, Madin, pondok pesantren, masjid, dan gereja yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Selain membahas penyaluran bantuan, rapat juga menyiapkan pelaksanaan audit dan review Program Inovasi Berdampak URAB Mendoan (Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan) yang akan dilaksanakan oleh tim kecamatan melalui KUA.
Kegiatan ini bertujuan memperoleh data lapangan mengenai perkembangan penerima manfaat, mengukur dampak program terhadap pemberdayaan ekonomi umat, serta memastikan program yang telah diberikan benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Zahid Khasani menegaskan bahwa respons terhadap kekeringan dan evaluasi program pemberdayaan umat merupakan bagian dari komitmen Kemenag Berdampak.
Melalui langkah tersebut, Kemenag tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat saat kemarau, tetapi juga memperkuat program pemberdayaan berbasis data agar semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
