
Purbalingga (Humas) — Antrean warga membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung air terlihat di sejumlah titik wilayah Kecamatan Mrebet saat Tim Kemenag Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih pada hari terakhir program Kemenag Purbalingga Berbagi Air Bersih, Selasa (29/9/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang dilaksanakan pada 22–25 dan 29 September 2026 di 11 kecamatan terdampak kemarau di Kabupaten Purbalingga.
Selama pelaksanaan kegiatan, Kemenag Purbalingga menyalurkan 76.000 liter air bersih, 2.750 karton air mineral, dan 90 galon air minum kepada masyarakat, pondok pesantren, masjid, dan gereja yang terdampak kekeringan.
Di Kecamatan Mrebet, tim kedua yang dipimpin Kasubbag TU Kankemenag Purbalingga, Sudiono, didampingi Kasi Penma Wisnu Sudarman bersama unsur HMIK, KUA, APRI, IPARI, Pokjawas, dan relawan lainnya, menyalurkan bantuan air bersih serta air mineral kemasan di sejumlah titik, yakni Dusun Jumbleng dan Binangun Desa Pengalusan, Pondok Nangka Desa Sangkanayu, serta jemaat GKJ Katel Klawu.
Kedatangan tim disambut antusias warga yang sejak pagi telah menyiapkan berbagai wadah untuk menampung air. Bagi sebagian warga, bantuan tersebut menjadi harapan di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Di sela kegiatan, Sudiono berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Ia menyampaikan bahwa program Kemenag Berbagi merupakan wujud kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
Rasa syukur disampaikan Priyo, perangkat Desa Pengalusan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Purbalingga atas bantuan yang diberikan. Warga sangat bersyukur karena di musim kemarau ini mendapatkan bantuan air bersih yang benar-benar dibutuhkan,” ungkapnya
