Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Kankemenag Purbalingga Gelar Rakor Bersama Kepala Subdirektorat Pendidikan Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Wujudkan Lembaga Pendidikan Keagamaan yang Bermutu, Ramah, Aman, Sehat, dan Hebat

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Koordinasi, Verifikasi, Validasi, dan Pemutakhiran Data Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Pondok Pesantren di Aula Galaksi, Selasa (18/8/2026).

Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Koordinasi, Verifikasi, Validasi, dan Pemutakhiran Data Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Pondok Pesantren di Aula Galaksi, Selasa (18/8/2026). Kegiatan menghadirkan Kepala Subdirektorat Pendidikan Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, Aziz Syafiuddin.

Dalam laporannya Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Lina Parwati, mengajak seluruh peserta memanfaatkan rakor sebagai sarana berbagi pengalaman dan gagasan guna mewujudkan lembaga pendidikan keagamaan yang bermutu, ramah, aman, sehat, dan hebat.

Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan bahwa pemutakhiran data lembaga keagamaan merupakan langkah penting untuk mendukung kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Berdasarkan data EMIS, Kabupaten Purbalingga memiliki 91 pesantren, 363 MDT, dan 901 LPQ yang terus berperan dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

“Semoga kehadiran Bapak Kepala Subdirektorat dapat menjadi penyemangat bagi para aktivis lembaga keagamaan di Purbalingga. Kami juga berharap tenaga pendidikan keagamaan non-PNS mendapatkan perhatian yang semakin baik dari pemerintah pusat, sehingga kontribusi mereka dalam membangun karakter dan akhlak generasi muda semakin mendapat dukungan,” ujar Zahid.

Aziz Syafiuddin menjelaskan pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi pengembangan pesantren, MDT, dan LPQ sehingga mampu menghadirkan lingkungan belajar yang semakin berkualitas, nyaman, dan berdampak bagi masyarakat.

Baca Juga: Kemenag Purbalingga Dampingi Ditjen Pontren Kemenag RI Laksanakan Monev Bantuan Media Pembelajaran MDT

Post Relate

Translate »
Skip to content