Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Kankemenag Purbalingga Gelar Dialog Kebangsaan, Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Aktualisasi Kerukunan dan Moderasi Beragama Generasi Z

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Aktualisasi Nilai-nilai Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama bagi Generasi Z” di Aula Uswatun Khasanah, Rabu (26/8/2026).

Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Aktualisasi Nilai-nilai Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama bagi Generasi Z” di Aula Uswatun Khasanah, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk mengaktualisasikan wawasan kebangsaan, kerukunan, dan moderasi beragama di kalangan generasi muda.

Kegiatan melibatkan unit kerja dan satuan kerja di lingkungan Kankemenag Kabupaten Purbalingga, stakeholder, serta pelajar lintas agama di Kabupaten Purbalingga. Dialog menghadirkan Wakil Bupati Purbalingga yang diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi Umum dan SDM Pandi serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga K.H. Nurkholis Masrur. Dialog dipandu oleh Kasubbag TU Kankemenag Purbalingga, Sudiono.

Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, dalam keynote speech menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kerukunan dan moderasi beragama kepada generasi muda. Menurutnya, generasi Z dan generasi setelahnya memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa sehingga harus memiliki fondasi kebangsaan dan keagamaan yang kuat.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan pada generasi berikutnya, khususnya dalam membangun kerukunan umat beragama. Hari ini kita hadirkan bagaimana nilai-nilai kerukunan dan moderasi beragama dapat diaktualisasikan oleh generasi Z dan generasi berikutnya sebagai penerus bangsa,” ungkapnya.

Zahid juga mengajak peserta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang dan toleransi. Ia mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW tetap berbuat baik kepada seorang nenek yang kerap mencemooh beliau. Keteladanan tersebut, menurutnya, menjadi contoh bahwa perbedaan sikap tidak boleh menjadi alasan untuk membalas keburukan dengan keburukan.

Baca Juga: Kankemenag Purbalingga Siapkan Kegiatan Dialog Kebangsaan untuk Generasi Z Lintas Agama

Post Relate

Translate »
Skip to content