Purbalingga (Humas) — KUA Kejobong, Kabupaten Purbalingga, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Video bertema Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) yang diproduksi oleh tim kreatif Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Harmony Video Fest APRI Pusat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).

Video tersebut digagas oleh Dimas Kurniawan, Penyuluh Agama Islam KUA Kejobong yang tergabung dalam tim kreatif Kemenag Purbalingga. Ide awal pembuatan video bermula saat Dimas dihubungi oleh Walid Ikhsanudin, sesama anggota tim kreatif Kemenag Purbalingga, untuk berpartisipasi dalam lomba video tingkat nasional tersebut. Dalam produksi ini, Walid berperan sebagai kameramen sekaligus penanggung jawab visual.
“Saya diminta menyusun konsep naskah sekaligus mencari talent. Setelah itu saya berkoordinasi dengan Kepala KUA Kejobong dan rekan-rekan KUA lainnya. Alhamdulillah, semuanya sangat mendukung sejak awal,” ujar Dimas.

Konsep video mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni kegamangan seorang pemuda terhadap pernikahan akibat latar belakang keluarga broken home serta maraknya isu perceraian. Alur cerita kemudian menemukan titik terang ketika tokoh utama bertemu sahabat lamanya yang kini menjadi Penyuluh Agama Islam, sehingga kembali tumbuh keyakinan untuk menikah secara sah dan tercatat.
Dimas mengungkapkan bahwa proses produksi tidak lepas dari berbagai keterbatasan, terutama karena seluruh pemeran merupakan talent nonprofesional.
“Kendalanya paling di talent, karena kami bukan aktor profesional. Jadi sering salah dan malah jadi bahan tertawa bersama. Tapi justru di situ prosesnya terasa seru, cair, dan penuh kebersamaan,” tutur peraih Juara 3 PAI Award Jawa Tengah 2025 tersebut.
Proses pengambilan gambar dilakukan selama satu hari, sementara tahap penyuntingan memakan waktu sekitar tiga hari. Video tersebut dikirimkan pada hari terakhir pendaftaran, yakni 20 Januari 2026. Pengumuman pemenang yang semula dijadwalkan pada 30 Januari kemudian diundur dan diumumkan secara resmi pada 6 Februari 2026 melalui media sosial resmi APRI.
Sementara itu, Walid Ikhsanudin menyampaikan bahwa seluruh unsur KUA Kejobong memberikan dukungan penuh selama proses produksi, bahkan melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai pemeran pendukung.
“Semua ikut berperan, termasuk istri salah satu rekan kami yang turut menjadi pemeran. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama,” ujarnya.
Walid sendiri dikenal sebagai sosok kreatif di bidang visual. Pada tahun 2022 juara 2 KFPI Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan di tahun 2025, ia berhasil meraih Juara 1 Nasional Kompetisi Film Pendek Islami melalui film dokumenter berjudul “Braen”. Pengalaman tersebut turut memperkuat kualitas visual dan penyajian pesan dalam video GAS Nikah yang dilombakan.
Baca Juga : Kreativitas ASN Diapresiasi, Tim Film BRAEN Terima Penghargaan Kemenag Purbalingga
Atas capaian tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, memberikan apresiasi tinggi kepada tim kreatif KUA Kejobong dan Kemenag Purbalingga.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada tim kreatif KUA Kejobong dan Kemenag Purbalingga. Ini bukti bahwa pesan-pesan keagamaan, khususnya pentingnya pencatatan nikah, dapat disampaikan dengan cara yang edukatif, humanis, dan relevan dengan generasi muda,” tegasnya.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kementerian Agama di Kabupaten Purbalingga untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam menyosialisasikan program-program strategis Kemenag melalui pendekatan kreatif dan media digital.
Tonton videonya di Youtube Kemenag Purbalingga : https://youtu.be/faP61VRov2s
Editor : Sri Lestari
Foto : Dok KUA Kejobong