Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGA

Jalan Mayor Jendral D.I Panjaitan No. 115A Purbalingga 53311
https://purbalingga.kemenag.go.id

Trauma Healing Berbasis Ekoteologi, Kemenag Purbalingga Tanamkan Cinta Bumi di Pengungsian

Purbalingga (Humas) — Suasana haru menyelimuti Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026). Di salah satu lokasi pengungsian warga terdampak banjir bandang itu, Tim Trauma Healing Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga hadir membawa penguatan jiwa, doa, dan renungan spiritual bagi para penyintas.

Tim Trauma Healing Kemenag Purbalingga
Tim Trauma Healing Kemenag Purbalingga bersama warga terdampak banjir di pengungsian Rumah Quran Sambas desa Serang Kecamatan Karangreja, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan dipandu oleh Kak Jumbo (Jumanto), Penyuluh Agama Islam Kemenag Purbalingga, yang membuka sesi dengan dongeng bertema “Cintai Ibuku, Cintai Bumiku.” Melalui bahasa sederhana dan menyentuh, ia mengajak anak-anak dan orang tua merenungi hikmah bahwa gunung, pepohonan, dan tanah sejatinya bukan milik manusia, melainkan titipan Allah SWT yang harus dirawat dan dijaga bersama.

Sekitar 30 anak dan 27 orang dewasa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh perhatian. Anak-anak duduk melingkar, larut dalam cerita, sementara para ibu dan bapak menyimak dengan wajah tenang, sesekali mengusap mata.

Salah satu peserta anak, Ayu, tampak tersenyum usai mendengarkan dongeng. Dengan polos ia berkata, “Tadi aku habis mendengarkan dongeng, dongengnya bagus,” ucapnya sambil tersenyum, mencerminkan keceriaan dan ketenangan yang mulai tumbuh di tengah suasana pengungsian.

Baca juga : Dari Tangis ke Tawa: Trauma Healing Kemenag Purbalingga Pulihkan Anak Terdampak Bencana

Usai dongeng, kegiatan dilanjutkan dengan sesi relaksasi dan renungan muhasabah. Diawali dengan istighfar bersama, Kak Jumbo mengingatkan bahwa musibah banjir dan longsor bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga panggilan agar manusia kembali menyayangi bumi.

“Gunung, pohon, dan tanah adalah titipan Allah. Ketika alam terluka, sesungguhnya ia sedang meminta untuk disayangi. Jika kita mencintai bumi, insyaallah Allah akan menyayangi kita,” tuturnya lirih.

Kata-kata tersebut menggugah perasaan para peserta. Tangis pun pecah. Beberapa warga saling berpelukan, saling meminta maaf, dan menyatakan komitmen untuk lebih menjaga lingkungan di masa mendatang.

Baca juga : Kemenag Purbalingga Kunjungi Lokasi Bencana dan Rumah Duka Korban Banjir Karangreja

Kegiatan trauma healing ini juga menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsospermasdesPPPA) Kabupaten Purbalingga, Muhammad Fathurrohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang telah ikut terjun langsung ke posko-posko pengungsian, memberikan penguatan psikososial dan spiritual bagi warga terdampak.

Doa bersama menjadi penutup kegiatan. Para peserta memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, menumbuhkan pepohonan yang kuat, dan menjaga alam dari bencana.

Salah satu warga, Mbah Rasmi, menyampaikan rasa terima kasihnya dengan mata berkaca-kaca.

“Matur suwun sanget nggih, Pak Jumanto saking Kementerian Agama Purbalingga. Sampun ngajak kami ndedonga bareng-bareng lan merenungi,” ungkapnya dalam bahasa Jawa.

Baca juga : Allah Menjaga di Tengah Bencana: Kisah Guru Madin Gunung Malang Terpisah 18 Jam dari Keluarga, Rumah Terendam Lumpur

Melalui kegiatan trauma healing berbasis ekoteologi ini, Kemenag Purbalingga tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga menguatkan batin warga, menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kesadaran ekologis sebagai ikhtiar bangkit pascabencana dalam semangat Kemenag Asri.

Editor : Sri Lestari

Foto : Tim Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga

Post Relate

Translate »
Skip to content