Purbalingga (Humas) – Peran aktif penyuluh agama menjadi motor penggerak keberhasilan program eco office di Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari. Melalui pendekatan ekoteologi, penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan berbasis aksi nyata di tengah masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari, Mufti Marlina, mengambil peran strategis dengan menjadi narasumber utama dalam pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi pot bunga bernilai guna dan estetis, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektoral, seperti Kelompok Wanita Tani, Dharma Wanita Persatuan, PKK, serta lembaga madrasah setempat.

Melalui program sosialisasi eco office dan ekoteologi, para penyuluh terjun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah plastik menjadi pot bunga berbentuk angsa yang menarik dan fungsional. Upaya ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Kepala KUA Kutasari menegaskan bahwa gerakan ini akan terus diperluas secara masif. “KUA Kutasari berkomitmen menyosialisasikan ekoteologi melalui pemanfaatan limbah plastik. Program ini tidak hanya menciptakan produk bernilai ekonomi, tetapi juga membangun komunitas berkelanjutan yang peduli lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga : Semangat Ekoteologi Kankemenag Purbalingga Bagikan Ribuan Pohon Ajak Masyarkat Bersama Merawat Bumi
Sebagai penguat capaian tersebut, KUA Kutasari sebelumnya berhasil meraih Juara Favorit dalam Lomba Video Kreatif Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Penghargaan tersebut diberikan atas karya video berjudul “Pot Bunga dari Sampah Plastik: KUA Kutasari Wujudkan Eco Office dan Ekoteologi.”

Prestasi ini menjadi bukti bahwa peran penyuluh agama dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan mampu menghadirkan perubahan nyata, sekaligus memperkuat gerakan Kemenag yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Kontributor : Fitriana Pusporini
Editor : Sri Lestari
Foto : Dok. KUA Kutasari