Pelaksanaan Outbound Sebagai Model Pembelajaran

Pelaksanaan Outbound Sebagai Model Pembelajaran

Oleh : Nuryati, S.Pd.I*)

SAAT mengajar setiap guru tentunya mencari metode yang berbeda-beda karena setiap pembelajaran tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang mengarah pada materi yang akan diajarkan. Dan guru dalam menyampaikan materi juga mengkondisikan peserta didik serta mencari bagaimana siswa merasa senang dan mudah untuk menerima materi yang diajarkan.  Salah  satu metode pembelajaran yang dapat menghilangkan rasa kejenuhan siswa  seringnya mendapatkan pembelajaran di kelas saja diantaranya adalah menggunakan metode outbound.

 Pendidikan melalui kegiatan alam terbuka mulai dilakukan tahun 1821 disaat didirikannya Round Hill School. Secara sistematik pendidikan melalui kegiatan outbound dimulai tahun 1941 di Inggris. Lembaga pendidikan outbound pertama dibangun oleh seorang pendidik berkebangsaan Jerman bernama Kurt Hahn dan bekerja sama dengan pedagang Inggris. Lawrence Holt. Pendidikan berdasarkan petualangan (adventure based education) tersebut dilakukan dengan menggunakan kapal layar kecil dengan tim penyelamat untuk mendidik para pemuda di zaman perang. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan kaum muda bahwa tindakan mereka membawa konsekuensi dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kasih sayang diantara mereka.

Hahn mengembangkan ide-ide progresifnya, pertama sebagai pendiri Sekolah Salem di Jerman dan kemudian di Gordonston, sekolah yang menumpang di Skotlandia, tetapi kemudian menjadi sekolah pertamayang berbeda dan paling inovatif. Hahn percaya bahwa pendidikan seharusnya menjadi “kompas” untuk mengarahkan intelektualitas dan karakter seseorang. Dalam  pengembangannya di sekolah Outwardbound. Ia menggunakan konsep exparential learning agar pengalaman yang dialami lebih nyata dan kuat untuk menggali harga diri (self esteem), menemukan potensi-potensi dan rasa tanggung jawab.

Konsep pendidikan di alam terbuka kemudian berkembang sejak tahun 1970-an diseluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak lembaga pendidikan yang menerapkan outbound dalam proses pengajarannya. Penggunaannya mulai memberikan kontribusi positif terhadap kesuksesan belajar.

Berdasarkan sejarah yang telah dikemukakan, outbound adalah sebuah cara untuk menggali diri sendiri, dalam suasana menyenangkan dan tempat penuh tantangan yang dapat menggali dan mengembangkan potensi, meninggalkan masa lalu, berada di masa sekarang dan siap menghadapi masa depan, menyelesaikan tantangan, tugas-tugas yang tidak umum,  menantang batas pengamatan seseorang membuat pemahaman terhadap diri sendiri tentang kemampuan yang dimiliki melebihi dari yang dikira. Kegiatan outbound memberikan tantangan dalam kegiatannya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan seorang anak untuk masa depannya.

Outbound adalah sebuah petualangan yang berisi tantangan, bertemu dengan sesuatu yang tidak diketahui tetapi penting untuk dipelajari, belajar tentang diri sendiri, tentang lainnya dan semua tentang potensi diri sendiri. Anak dapat belajar mengenali kemampuannya serta kelemahannya sendiri melalui kegiatan outbound. Tujuan outbound adalah menggali dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh anak melalui berbagai permainan yang ada yang dibuat menantang melalui media alam.

Pada outbound, anak dituntut untuk belajar mandiri dalam arti luas mulai dari mengatasi rasa takut, ketergantungan pada orang lain, belajar memimpin, mau mendengarkan orang lain, mau dipimpin dan belajar percaya diri. Steven Habit mengatakan ada tujuh keterampilan untuk hidup, yakni leadership life skill, learn to how, self confident, self awareness, skill communication, management skill and team work. Dari kegiatan kreatifitas itu dilakukan melalui proses pengamatan, interprestasi, rekayasa dan eksperimen yang dilakukan berdasarkan learning by doing yang berarti anak akan lebih banyak memiliki kesempatan untuk menggali kemampuan dirinya sendiri dengan mengalami sendiri/discovery learning sehingga anak mendapatkan pengalaman untuk pembelajaran dirinya sendiri.

*) Penulis adalah guru kelas MI Ma'arif NU 1 Baleraksa, Karangmoncol, Purbalingga.

editor & publisher : sri lestari

Bagikan :
Translate ยป