Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Teman Sejawat(PeerTutoring)

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Teman Sejawat(PeerTutoring)

Oleh: Unik Farchatun,S.Pd.I

MATEMATIKA merupakan salah satu pengetahuan manusia yang bermanfaat dalam kehidupan. Hampir di setiap bagian dari hidup kita sehari-hari selalu berkaitan erat dengan matematika. Sehingga kemampuan memecahkan masalah dengan matematika mutlak harus dikuasai. Konsep-konsep matematika harus dipahami dengan baik dan benar sejak dini. Manusia sejak usia kamak-kanak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan mereka.

Sifat umum matematika yang abstrak karena terdiri atas simbol-simbol menjadikan matematika salah satu mata pelajaran yang paling ditakuti siswa karena dianggap sulit. Kesulitan-kesulitan dalam mempelajari matematika membuat sebagian siswa mudah berputus asa dan menganggap dirinya tidak bisa menguasai matematika. Ujungnya, matematika cenderung tidak diminati oleh siswa. Hal ini menjadikan problematika sekaligus tantangan bagi guru matematika dalam mengajar.

Bagi siswa yang katagorinya mampu dan menyukai matematika mungkin tidak masalah ketika diajarkan matematika, ketika diajar dan diberikan tugas siswa yang menyukai pasti akan sigap dalam mengerjakan dan cepat selesai. Sementara bagi siswa yang kurang minat dalam pembelajaran matematika siswa tersebut akan lama dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, setiap guru matematika harus memikirkan bagaimana cara mengajarkan matematika agar siswa bisa belajar dengan baik, menikmati proses belajar, serta tidak menjadi beban dalam kehidupan sehari-hari. Kreatifitas guru dalam mendesain dan merencanakan pembelajaran menggunakan model-model pembelajaran yang menyenangkan sekaligus efektif sangat diperlukan.

Salah satu cara menumbuhkan minat sekaligus mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika adalah dengan model pembelajaran teman sejawat atau Peer Tutoring. Menurut Ridwan Abdullah Sani dalam Inovasi Pembelajaran (2013) pembelajaran teman sejawat (peer tutoring) merupakan kegiatan belajar yang berpusat pada peserta didik sebab anggota komunitas belajar merencanakan dan memfasilitasi kesempatan belajar untuk dirinya sendiri dan orang lain. Paradigma yang melandasinya adalah siswa akan lebih mudah dan cepat memahami apa yang diajarkan oleh temannya, dibandingkan apa yang diajarkan oleh guru, karena belajar dengan teman menjadikan siswa bebas menyampaikan gagasan-gagasan dan pertanyaan- pertanyaan mengenai hal- hal yang belum mereka ketahui dan pahami. Dengan belajar  bersaama teman sendiri anak yang kurang minat menjadi tidak ada rasa malu untuk bertanya jika belum memahami materi.

Menurut Ridwan Abdullah Sani (2013), pada umumnya, tahapan pembelajaran teman sejawat (peer tutoring) adalah sebagai berikut:

  1. Guru mengidentifikasi beberapa peserta didik yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari pada temannya dikelas yang sama untuk dijadikan tutor.
  2. Guru melatih tutor dalam materi yang akan dipelajari oleh kelas dan menjelaskan latihan serta evaluasi yang akan dilakukan
  3. Guru menjelaskan materi pelajaran secara ringkas pada semua peserta didik dan memberikan kesempatan tanya- jawab.
  4. Guru memberikan tugas yang harus dikerjakan dan tata cara melakukan evaluasi.
  5. Tutor sejawat membantu temannya dalam mengerjakan tugas dan memberikan penjelasan tentang materi yang belum dipahami temannya dalam satu kelompok.
  6. Guru mengevaluasi proses pembelajaran.

Ketika menggunakan model di atas guru tetap berperan sebagai pembimbing bagi siswa. Belajar dengan menggunakan teman sejawat ini dilakukan bisa disekolah dan bisa juga di rumah,dan juga bisa melalui belajar kelompok .Dari metode ini ternyata hasil yang diharapkan oleh guru memang sangat meningkat terhadap siswa yang kurang minat terhadap mata pelajaran matematika.dari siswa yg tadinya nilainya di bawah KKM ,setelah belajar dengan teman sejawat mengalami kenaikan yang diharapkan oleh guru yaitu di atas nilai KKM.

Hal ini sejalan dengan beberapa hasil penelitian terkait model ini. Diantaranya penelitian Yulia Lisa Sari Hayati (2016) penerapan model pembelajaran tutor sebaya dalam pembelajaran matematika kelas V di SDN Kunjang dapat dikatakan efektif. Aktifitas dan hasil belajar siswa baik dan tuntas. Selain itu penelitian Siti Muawanah dkk (2019) menghasilkan kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Tutor Sebaya lebih baik dari pada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, untuk mengatasi kurang minatnya belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika bisa dengan memberdayakan siswa yang mampu terhadap pembelajaran matematika untuk menjadi tutor teman sejawat.

*) Penulis adalah guru MI Ma’arif NU 1 Cipawon Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga

editor & publisher : sri lestari

Bagikan :
Translate ยป