Purbalingga (Humas) – Sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan layanan keagamaan berdampak dan kepedulian kemanusiaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Dzikir dan Doa Bersama bagi warga terdampak banjir bandang dan angin kencang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pengungsian Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Jumat malam (30/1/2026).

Lebih dari 100 warga mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut. Suasana khidmat dan penuh haru terasa saat lantunan dzikir dan doa dipanjatkan bersama. Air mata tak terbendung, mengiringi harapan yang dilangitkan agar musibah segera berlalu dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Dzikir, doa, dan tausiyah disampaikan oleh Ahmad Muntaqo, didampingi para relawan keagamaan dari Kemenag Purbalingga yang terdiri atas Penyuluh Agama Islam serta pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mrebet. Kehadiran mereka menjadi penguat spiritual sekaligus bukti kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Dalam tausiyahnya, Ahmad Muntaqo mengajak warga untuk tetap teguh, sabar, dan saling menguatkan.
“Musibah ini berat, tetapi doa dan kebersamaan adalah kekuatan kita. Jangan berhenti melangitkan doa, karena Allah selalu dekat dengan hamba-Nya yang bersabar dan saling menolong,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa doa bersama merupakan ikhtiar batin yang harus berjalan beriringan dengan usaha lahiriah dan semangat gotong royong dalam proses pemulihan.

Salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa doa bersama tersebut memberikan ketenangan dan kekuatan batin.
“Walaupun kondisi kami masih sulit, doa bersama ini membuat hati kami lebih tenang. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Doa bersama dipanjatkan sebagai ikhtiar spiritual agar para korban diberikan ketabahan, keselamatan, serta kekuatan dalam menghadapi ujian. Di tengah keterbatasan kondisi pascabencana, warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.

Selain memimpin doa, para relawan keagamaan juga memberikan penguatan rohani dan motivasi, khususnya kepada anak-anak dan lansia, agar tetap tenang dan tidak kehilangan harapan. Pendampingan ini menjadi bagian dari layanan keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, humanis, dan inklusif, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kontributor : Naelul Fauzi
Editor/Publisher : Sri Lestari
Foto : Dok. Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga di Sangkanayu