Purbalingga (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga membentuk Tim Kemenag Purbalingga Peduli Kemanusiaan sebagai langkah cepat merespons bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah pegunungan Kabupaten Purbalingga. Hujan deras sejak Jumat (23/1/2026) pagi di wilayah Purbalingga bagian utara, khususnya Kecamatan Karangreja, menyebabkan banjir bandang pada Sabtu (24/1/2026) dini hari di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, serta Dusun Bambangan, Desa Kutabawa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan pentingnya percepatan dan sinergi lintas unit. “Kami mohon seluruh jajaran segera menindaklanjuti. Laporan progres asesmen data keagamaan terdampak bencana telah selesai pukul 09.30 WIB dan sudah kami sampaikan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya. Ia juga menginstruksikan pembentukan tim trauma healing yang melibatkan penyuluh agama dan guru berkompeten, penjadwalan layanan ke posko pengungsian, serta pelaporan secara berkala.
Langkah Kemenag Purbalingga tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi berdasarkan SK Bupati Purbalingga Nomor 300.2.1/125 Tahun 2026, yang berlaku selama 14 hari mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Dalam masa tanggap darurat ini, Tim Peduli Kemenag Purbalingga diinstruksikan meninjau posko pengungsian, menyiapkan paket kebutuhan mendesak, serta membuka Posko Layanan Keagamaan apabila dibutuhkan, sebagai wujud kehadiran negara dan sinergi kemanusiaan untuk melindungi dan menguatkan masyarakat terdampak.
Editor : Sri Lestari
Publisher : Ahyan Putra
Foto : Tim Kreatif
