Efektifitas Penggunaan Media E-Modul Dalam Pembelajaran Daring

Efektifitas Penggunaan Media E-Modul Dalam Pembelajaran Daring

Oleh Nurul khotimah, S.Pd.I*)

 

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Dalam Surat edaran Mendikbud RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19. Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Dan sekarang sudah hampir satu tahun pembelajaran daring dilaksanakan. Hal ini tentu sangat membuat peserta didik mengalami kejenuhan dan kebosanan. Di sini guru dituntut untuk selalu melakukan inovasi pembelajaran dan diperlukan kreativitasnya untuk melaksakan pembelajaran lebih bermakna dan mengasyikkan.

David Ausubel (1963) seorang ahli psikologi pendidikan menyatakan bahwa bahan pelajaran yang dipelajari harus “bermakna’ (meaningfull). Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan dingat siswa. Belajar bermakna menurut Ausubel (1963) merupakan proses mengaitkan informasi atau materi baru dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kebermaknaan dalam suatu pembelajaran, yaitu struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu.

Agar pembelajaran menjadi bermakna pada masa Pandemi ini, salah satu alternatif yang dilakukan saya sebagai guru adalah menggunakan media E-Modul untuk meningkatkan motivasi belajar mandiri peserta didik di rumah.

E-Modul adalah modul dengan bentuk fisik yang berbeda dengan modul cetak, komponen
modul cetak diolah sedemikian rupa sehingga bertransformasi menjadi bentuk elektronik.
Penggunaan e-modul menjadikan siswa tertarik dalam proses belajar, sebab dapat diakses
kapanpun dan kondisi dimanapun didukung dengan alat yang memadai, dan tidak
menyulitkan siswa (Iriani et al., 2020), guru juga mudah untuk melaksanakan kegiatan
pengajaran walaupun berbeda tempat dengan peserta didik (Fourlilla & Fauzi, 2019). E-modul dijadikan sebagai sarana dalam pembelajaran yang mencakup materi, metode, dan
disediakan pula evaluasi pembelajaran yang dirancang praktis sehingga menarik minat
belajar siswa (Wibowo, 2018) (Istuningsih et al., 2018).

 

            Modul elektronik juga dapat disertakan link, dilengkapi dengan animasi dan gambar yang
bergerak sehingga terciptalah pengalaman belajar yang baru dan tidak membosankan (Hafsah
et al., 2016) (Serevina et al., 2018) (Jonias, 2014), menampilkan gambar dengan warna jelas,
video pembelajaran juga dapat disisipkan, dan tes formatif yang dilengkapi dengan
pengiriman umpan balik secara otomatis juga bisa disertakan sehingga siswa dapat
mengetahui hasil evaluasi yang dikerjakannya (Zulkarnain et al., 2015). Namun e-modul juga
memiliki sisi pandang lain, terkadang materi yang disajikan kurang lengkap, gambar visual
yang disajikan juga terkadang kurang menarik, dan yang sering terjadi link yang tertera tidak
dapat diakses (Suarsana & Mahayukti, 2013). Modul elektronik dapat berupa dokumen atau artikel yang formatnya tidak berbentuk cetak, sehingga tidak merepotkan siswa saat dibawa bepergian,
karena e-modul dapat diakses melalui perangkat elektronik siswa/mahasiswa dimana saja dan
kapan saja pengguna butuhkan (Solikin, 2018) (Perdana et al., 2017).         

Dalam penggunaan E-Modul, guru memiliki kreativitas dalam merancang materi pembelajaran, penyajian gambar, penambahan audio dan video maupun pemberian soal latihan yang sudah terkoneksi dalam satu link yang diberikan ke grup WA kelas. Peserta didik tidak perlu men-download suatu aplikasi dalam membuka link yang dibagikan guru. Hal ini memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik  dapat memahami materi pembelajaran dan mudah dalam menjawab latihan soal.

Penggunaan E-Modul sangat efektif dalam menghilangkan kejenuhan siswa selama pembelajaran daring. Karena layanan E-Modul tidak hanya menuntut siswa mengerjakan  latihan soal, akan tetapi tanpa sadar peserta didik diharuskan membaca dan menonton video materi pembelajaran yang disampaikan.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki E-Modul  yakni bisa dibuka dimana saja dan kapan saja, tentunya perlu didukung oleh paket data bagi penggunanya. Dalam menggunakan E-Modul  guru bisa mengirimkan materi pembelajaran baik tulisan, gambar, audio maupun video juga form soal latihan dengan desain yang menarik bagi peserta didik.

Bagaimana tanggapan peserta didik?

“Mengasyikkan Bu… kami hanya buka satu link langsung bisa membaca materi dan mengerjakan soal. Dan Wow… nilai dapat langsung diketahui.” seloroh salah satu peserta didik Kelas VIA MI Ma’arif NU Karangasem, Kertanegara, Purbalingga dan diiyakan oleh teman-teman yang lain di grup WA. Wali siswa juga  merasa terbantu karena anak sudah membaca materi terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal, apalagi disertai gambar dan video sehingga tidak membosankan anak dibanding hanya sekedar mengerjakan Lembar Kerja Siswa berbentuk cetak.    *) Penulis adalah guru MI Ma’arif NU Karangasem Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga.

editor & sri lestari

Bagikan :
Translate »