Purbalingga (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melalui Tim Trauma Healing melaksanakan pendampingan psikososial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Posko Layanan Keagamaan Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 20 anak usia dini bersama ibu masing-masing, sebagai bagian dari upaya pemulihan mental dan emosional pascabencana.

Pendampingan dilakukan secara terpadu melalui sinergi lintas profesi, melibatkan psikolog Fanda, dr. Aan, dokter spesialis anak dari RS Goeteng, serta Kak Jumanto Jumbo, penyuluh agama sekaligus pendongeng anak. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan psikologis, kesehatan anak, dan spiritual secara seimbang, disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak terdampak bencana.
Salah satu metode trauma healing yang digunakan adalah dongeng fabel berjudul “Ibu Tikus yang Baik Hati dan Si Kakek Ular”. Melalui cerita tersebut, anak-anak diajak memahami nilai kasih sayang kepada orang tua serta kepedulian terhadap lingkungan, disampaikan dengan bahasa sederhana, ceria, dan penuh interaksi.
Jumanto menyampaikan bahwa dongeng menjadi sarana efektif untuk membangun kembali rasa aman pada anak-anak. “Ketika anak tertawa dan berani bercerita, itu tanda trauma mulai berkurang. Cerita membantu mereka merasa diperhatikan dan tidak sendirian,” ujarnya.
Keceriaan tampak dari pengakuan salah satu anak , Alyas, yang mengikuti kegiatan tersebut. “Aku senang, ceritanya lucu. Sekarang tidak takut lagi,” ucapnya sambil tersenyum. Hal serupa dirasakan para orang tua. Sarifah, salah satu ibu peserta, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. “Anak-anak jadi lebih ceria dan tenang. Kami sebagai orang tua merasa sangat terhibur dan terbantu,” ungkapnya.
Melalui sinergi dengan tenaga profesional dan pendekatan yang humanis, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga berharap kegiatan trauma healing ini mampu membantu anak-anak dan keluarga terdampak bencana untuk bangkit secara mental, emosional, dan spiritual, serta menumbuhkan kembali harapan pascabencana.
Editor : Sri Lestari
Foto : Tim Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga