Purbalingga (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mrebet memberikan penyuluhan pencegahan nikah dini dan penguatan kesehatan mental kepada sekitar 750 siswa SMP Negeri 1 Mrebet, Jumat (30/1/2026).

Materi pencegahan nikah dini disampaikan oleh Amin Nurfaizan, sedangkan materi kesehatan mental oleh Nur Kholis. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui presentasi PowerPoint, fun game, selawat, dan tepuk prestasi sehingga siswa mengikuti kegiatan dengan antusias.
Amin Nurfaizan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang telah berjalan sejak tahun 2025.
“Pada tahun 2025, program BRUS telah menyasar enam sekolah. Tahun 2026 ini kami menargetkan delapan sekolah dalam satu tahun sebagai upaya pencegahan nikah dini sejak usia sekolah,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para siswa giat belajar, tidak pacaran, dan fokus pada prestasi.
Perwakilan dewan guru SMPN 1 Mrebet, Hartono, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat berkelanjutan karena dinilai relevan dengan kebutuhan siswa.
Antusiasme siswa terlihat hingga akhir kegiatan. Salah satu siswa kelas IX, Tamami Ali Saputra, mengaku senang mengikuti penyuluhan tersebut.
“Kegiatannya seru dan menambah wawasan kami tentang nikah dini dan kesehatan mental. Saya jadi lebih termotivasi untuk fokus belajar dan berprestasi,” ungkapnya.
Di penghujung acara, peserta diajak untuk berdoa bersama bagi para korban banjir bandang di Desa Sangkanayu dan Serang.
“Kami juga mempersilakan siswa-siswi dari kedua desa tersebut untuk datang ke Posko Kemenag, baik untuk belajar, bermain, curhat, maupun kegiatan positif lainnya,” tutup Faizan.
Sumber : Amin Nur Faizan
Editor : Sri Lestari
Foto : Dok. Tim BRUS Penyuluhan KUA Mrebet