Purbalingga (Humas) – Banjir bandang dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Purbalingga pada 23–25 Januari 2026 berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan dan keagamaan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mencatat sedikitnya 15 infrastruktur terdampak di Kecamatan Karangreja dan Mrebet.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menjelaskan bahwa fasilitas yang terdampak meliputi madrasah, lembaga pendidikan keagamaan, musholla, serta rumah pengelola dan takmir tempat ibadah. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari kerusakan ringan pada atap hingga kerusakan berat akibat tertimbun material longsor dan lumpur.
Baca Juga : LPQ Dibersihkan, Mushala Didata: Aksi Kemenag Purbalingga di Tengah Pemulihan Banjir
“Berdasarkan pendataan lapangan, terdapat 15 titik fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana alam,” ujar Zahid, Jumat (30/1/2026).
Di Kecamatan Karangreja, banjir bandang dan longsor terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan pendidikan keagamaan. Bahkan, beberapa rumah pengelola tempat ibadah mengalami kerusakan berat akibat derasnya arus.

Sementara itu, di Kecamatan Mrebet, angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan. Beberapa madrasah, musholla, serta lembaga pendidikan Al-Qur’an mengalami kerusakan, termasuk akses jalan menuju lokasi pendidikan yang turut terdampak.
Kakankemenag Zahid menambahkan, seluruh data kerusakan telah dilaporkan secara resmi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah sebagai dasar tindak lanjut percepatan rehabilitasi dan perbaikan fasilitas.
“Kami berharap laporan ini dapat ditindaklanjuti melalui bantuan rehabilitasi maupun dukungan perbaikan fasilitas agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat segera pulih,” katanya.
Sebagai bentuk respon cepat, Kemenag Purbalingga telah mendirikan Posko Layanan Keagamaan di Desa Serang dan Desa Sangkanayu. Posko tersebut mulai beroperasi sejak masa tanggap darurat dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Baca juga : Trauma Healing Berbasis Ekoteologi, Kemenag Purbalingga Tanamkan Cinta Bumi di Pengungsian
Melalui posko layanan keagamaan ini, Kemenag Purbalingga memberikan pendampingan berupa trauma healing, pelaksanaan salat berjamaah, dzikir bersama, serta penyaluran perlengkapan ibadah agar aktivitas keagamaan masyarakat tetap berjalan.
Selain itu, Kemenag Purbalingga juga melakukan pendataan warga yang kehilangan dokumen keagamaan akibat bencana. Layanan penerbitan duplikat buku nikah dan dokumen keagamaan lainnya diberikan secara gratis sebagai bentuk layanan negara kepada masyarakat.
Zahid berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci dalam membangun kembali kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Editor : Sri Lestari
Foto : Dok. Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga