Purbalingga (Humas) — Tawa anak-anak kembali menggema di halaman SD Negeri 1 Serang, Kecamatan Karangreja, Senin pagi (2/2/2026). Setelah dilanda banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu, ratusan siswa yang sempat mengalami trauma kini perlahan bangkit. Keceriaan itu hadir melalui kegiatan trauma healing yang digelar Posko Keagamaan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, dengan pendekatan yang unik dan penuh makna: dongeng pelestarian alam.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 175 siswa. Alih-alih menggunakan metode formal, Tim Trauma Healing Kemenag Purbalingga menghadirkan Kak Jumbo, Penyuluh Agama Islam yang dikenal piawai mendongeng dan berinteraksi dengan anak-anak.
Melalui cerita sederhana namun sarat pesan, Kak Jumbo mengajak siswa memahami pentingnya menjaga alam sebagai sahabat kehidupan. Dongeng disajikan dengan gaya interaktif, diselingi humor, dialog, dan ekspresi yang mengundang tawa. Metode ini dipilih untuk membantu anak-anak melepaskan beban psikologis pascabencana, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Suasana semakin hidup ketika salah satu siswa, Nabil, diajak maju ke depan untuk ikut berperan dalam alur cerita. Dengan penuh percaya diri, Nabil mengikuti arahan Kak Jumbo, disambut tepuk tangan riuh dari teman-temannya.
“Saya senang sekali dan bangga bisa ikut dongeng di depan. Ceritanya seru dan lucu,” ujar Nabil dengan mata berbinar.
Antusiasme serupa dirasakan oleh Almas Zahira, siswi kelas IV. Ia mengaku sangat terhibur dan merasa lebih berani setelah mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, dongeng bukan hanya hiburan, tetapi juga membuat suasana sekolah terasa lebih hangat dan aman.

Apresiasi juga datang dari para guru. Istana, guru kelas VI SDN 1 Serang, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenag Purbalingga atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kondisi psikologis siswa.
“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan ini benar-benar menghibur dan berdampak positif. Anak-anak bisa duduk tenang, fokus, dan antusias mengikuti acara sampai selesai. Padahal biasanya mereka cukup sulit diatur,” ungkapnya.
Kegiatan trauma healing ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan jiwa, terutama bagi anak-anak. Melalui dongeng yang ceria dan sarat nilai, Kemenag Purbalingga menghadirkan harapan baru—bahwa dari trauma bisa tumbuh kesadaran, dan dari tawa anak-anak, masa depan yang lebih kuat mulai disemai.

Kontributor/Foto : Nurkholis
Editor : Sri Lestari