UAMBN/BK Lancar, Madrasah Berkibar

Purbalingga – Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer  (UAMBN/BK) Madrasah Tsanawiyah Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berlangsung 5 hari sejak Senin-Jumat (2-6/04) mendapatkan perhatian langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Dalam rangkaian kunjungan pemantauannya di MTs Negeri 02 Purbalingga, Senin (02/04) Kepala Kankemenag, Karsono mengungkapkan bahwa ujian madrasah adalah kegiatan puncak madrasah sebagai sebuah lembaga pendidikan. 

“Kegiatan ujian adalah puncak dari kegiatan pembelajaran. Jadi dibutuhkan kerjasama antara lembaga pendidikan, guru dan wali murid  secara bersama-sama untuk suksesnya kegiatan tersebut. Sehingga dapat sukses meraih hasil yang sesuai harapan.  Sukses secara akhlak, prestasi dan akademik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara umum pelaksanaan ujian di MTs Negeri 02 Purbalingga berjalan tertib dan lancar. Kegiatan UAMBN/BK kali ini diikuti 329 peserta yang terdiri  dari 301 peserta didik MTs Negeri 02 Purbalingga (58 di antaranya belajar di MTs Filial Wirasaba) dan 28 peserta didik MTs Khufad Al Itqaniyah Majapura yang ikut menggabung.  

Kepala MTs Negeri 02 Purbalingga, Siti Mudrikah menjelaskan, pihaknya mempersiapkan 111 unit komputer dan 1 buah genset. Keterbatasan fasilitas computer menuntut panitia penyelenggara membagi waktu pelaksanaan ujian menjadi 3 sesi, dengan ruang ujian yang terdiri dari 3 kelas.

“Secara keseluruhan tidak ada  kendala dalam pelaksanaan UAMBN/BK tahun ini. Hanya ada sedikit perbedaan dalam sistim absensi peserta ujian. Tahun lalu, absensi dilakukan sederhana. Peserta masuk ruangan dan mengisi daftar hadir kemudian duduk. Untuk tahun ini absensi peserta dapat diupload setelah log in, dan berikutnya bisa di print out,” jelasnya.

 Kendala Ujian Menginduk

Dalam kesempatan berbeda, salah seorang guru MTs Filial Wirasaba, Lina Imelda mengungkapkan keberatan yang dirasakan oleh para peserta didiknya. Sebagai seorang guru sekaligus Waka Kesiswaan ia memahami betul perasaan peserta didiknya dalam menghadapi ujian tahun ini. Karena selain persiapan materi ujian, mereka juga harus mempersiapkan fisik untuk menempuh perjalanan jauh. Meski dengan angkutan kendaraan bus, untuk mencapai MTs Negeri 02 Purbalingga yang berlokasi di Gandasuli – Bobotsari dibutuhkan waktu  perjalanan hampir 1 jam karena padatnya arus lalu lintas.

Sehingga ia juga harus mengantisipasi gangguan kesehatan yang bisa terjadi seperti pusing, mual dan muntah akibat kondisi fisik dan psikis  mereka. Meski suasana ruang ujian dan lingkungan MTsN 02 Purbalingga cukup sejuk dan nyaman, beban psikis ujian menginduk dan waktu ujian yang bergantian menjadikan beban mental tersendiri bagi siswa sekaligus para guru pendampingnya.

Ia hanya berharap pemerintah ke depan bisa mempertimbangkan kembali kebijakannya serta dapat  mewujudkan MTs Filial Wirasaba menjadi madrasah unggul yang mandiri. (sri/sar)

Bagikan :
Translate ยป