Tingkatkan Kompetensi Guru MGMP Bahasa Inggris Gelar Pelatihan PKB

Purbalingga – Dalam rangka meningkatkan kompetensiguru Mata Pelajaran Bahasa Inggris, MGMP Bahasa Inggris 1 menggelar Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) diikuti 30 peserta bertempat di Hall Indraprasta komplek Owabong Cottage Purbalingga.Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Karsono secara virtual melalui aplikasi Zoom berpusat di MTsN 1 Purbalingga, Senin (25/10/2021).

Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Ketua MGMP Bahas Inggris 1 Abas Rosadi dalam keterangannya Selasa (25/10/2021) menjelaskan, kegiatan pembukaan pelatihan dilaksanakan secara bersamaan antara KKM dan 8 kelompok MGMP  yaitu MGMP Bahasa Inggris 1 dan 2, MGMP Bahasa Indonesia 1 dan 2, MGMP Matematika 1 dan 2 serta MGMP IPA 1 dan 2 dengan tempat pelaksanaan tersebar di beberapa titik, baik di gedung madrasah maupun di gedung-gedung pertemuan.

“Pelatihan ini dikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 19 MTs wilayah utara. Perlu diketahui bahwa MGMP Bahasa Inggris MTs Purbalinga dibagi menjadi 2 yaitu MGMP Bahasa Inggris 1 untuk wilayah Purbalingga bagian utara dan MGMP Bahasa Inggris 2 untuk wilayah Purbalingga bagian selatan. Adapun Fasilitator Daerah yang menjadi narasumber adalah Ibu Erlin Dwi Kurniawati dari MTs Muhammadiyah 1 Purbalingga,” jelasnya..

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Proyek Kementerian Agama bersama dengan World Bank melalui  Madrasah Reform Realizing Education’s Promise and Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR).

“Secara umum REP-MEQR merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah di Kementerian Agama. Bantuan pemerintah diberikan kepada KKG/MGMP/MGBK/KKM/ POKJAWAS Madrasah. Bantuan diberikan dalam bentuk block grant tahun anggaran 2021, yang disalurkan langsung ke rekening kelompok kerja,” jelasnya.

Abas menjelaskan, tujuan secara lebih spesifik dari pemberian bantuan ini adalah untuk menguatkan, memperluas  akses, dan meningkatkan mutu kegiatan kelompok kerja dalam wadah KKG, MGMP/MGBK,KKM dan Pokjawas bagi guru madrasah, kepala madrasah dan pengawas madrasah pada jenjang MI, MTs dan MA/MAK baik negeri maupun swasta.

Pelatihan tersebut, lanjut Abas dirasa sangat penting dilakukan karena setelah hampir 2 tahun guru tidak mengadakan pembelajaran dan mengikuti pelatihan secara tatap muka menyebabkan   berkurangnya ketrampilan dalam mengajar dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemunduran dalam mengajar (teaching loss).

“Sebagaimana para siswa yang juga mengalami learning loss yaitu hilangnya pengetahuan atau ketrampilan baik secara umum maupun spesifik. atau terjadi kemunduran proses akademik karena faktor tertentu,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini para guru mengikuti pelatihan hanya lewat daring / Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) yang terbukti kurang efektif.

“Oleh karena itu dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu merealisasiakan tujuan dari Kementerian Agama dan World Bank serta mampu memulihkan semangat dan etos kerja sebagai seorang guru,” ujarnya.

Adapun rundown pelatihan dimulai dari bulan Oktober sampai pertengahan Desember. Pelatihan ini dilaksanakan dengan program In dan On.

In berupa penyampaian materi dilaksanakan secara bersama-sama sedangkan On adalah penerapan dari In dilaksanakan di madrasah masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan refleksi dari kegiatan sebelumnya,” imbuhnya.* (sar)

Bagikan :
Translate ยป